958 Peserta Meriahkan Kontes Ikan Cupang

by -

Hobi memelihara ikan cupang belakangan tengah digandrungi masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, ikan cupang dipilih menjadi salah satu ikan peliharaan. Bahkan, ikan yang dulu dikenal sebagai ikan aduan ini tengah bergeser trennya sebagai ikan hias.

TAK jarang sejumlah komunitas dan instansi terkait menggelar kontes ikan yang miliki nama ilmiah Betta Splen­dens itu. Praktis, ikan ini harganya cukup fantastis. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Tingginya minat dan hobi masyara­kat akan ikan aduan ini, menjadi salah satu alasan digelarnya kontes ikan cupang di Bumi Tegar Beriman. Bah­kan acara yang berlangsung di Raiser Ikan Hias, Cibinong, Kabupaten Bogor ini sukses hadirkan ratusan peserta. Mulai dari Jabodetabek hingga luar Jawa Barat. Ketua Panitia Kontes Ikan Cupang, Hendri Sarputra, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah upaya memfasilitasi minat dan hobi ma­syarakat akan pesona keinda­han ikan yang habitat aslinya berasal dari Asia Tenggara tersebut. ­

Acara bertajuk ’Grazi Betta Contest C19’ ini merupakan kali ketiga yang diseleng­garakan Hendri bersama rekan-rekan komunitasnya. Semula kegiatan itu dilaks­anakan secara daring lanta­ran kondisi kala itu tidak memungkinkan. Meski dige­lar daring, animo masyarakat cukup tinggi.

”Awalnya kita lakukan kon­tes ini secara online. Jadi, ikan peserta dikirim ke tem­pat kontes dan kita siarkan langsung secara online lewat grup Facebook kita Interna­sional Betta Show (IBS). Walaupun secara online, penilaian dewan juri tetap kita lakukan secara offline,” katanya.

Setelah sukses melakukan kontes ikan secara daring, pihaknya berkomitmen me­nyelenggarakan kegiatan serupa namun dengan kon­sep langsung.

Kegiatan yang berlangsung di Raiser Ikan Hias, Cibinong, Kabupaten Bogor ini sukses menghadirkan ratusan pe­serta, mulai dari Jabodetabek hingga luar Jawa Barat. Bah­kan, peserta juga ada yang dari Cirebon, Semarang hingga Jogjakarta.

Untuk kategori atau divisi yang diperlombakan, kontes bertajuk ’Grazi Betta Contest C19’ ini memperebutkan lima divisi mata lomba. Yakni, divisi plakat (ekor pendek), giant (raksasa), serit (ekor duri), half moon (ekor se­tengah bulan) dan divisi baby (cupang kecil).

Hendri mengaku dari lima divisi yang dikonteskan, se­mua biaya pendaftarannya sama rata, sebesar Rp75 ribu untuk setiap ikan dan setiap divisi yang dilombakan. ”Bi­aya pendaftaran kita pukul rata Rp75 ribu untuk setiap divisi. Total pesertanya saat ini ada 958 yang diikuti ri­buan ikan cupang,” ujarnya.

Untuk juara pertama, sam­bung Hendri, pihaknya me­nyediakan uang pembinaan Rp 200 ribu lengkap dengan trofi dan sertifikat. Untuk juara dua, uang pembinaan Rp150 lengkap dengan trofi dan sertifikat. Sementara juara tiga uang pembinaan Rp100.000 dengan trofi dan sertifikat.

”Untuk grand champion atau juara dari lima divisi, kita siapkan uang pembi­naan Rp500.000, trofi dan sertifikat. Kalau juara umum kita siapkan uang pembi­naan Rp1,5 juta lengkap dengan trofi dan sertifikat,” ujarnya.

Meski antusias masyarakat cukup tinggi, perhatian Pem­kab Bogor masih minim. Ia berharap ke depan pemkab lebih memperhatikan po­tensi ikan cupang di Bumi Tegar Beriman. ”Ingin kita tidak banyak, kita hanya ber­harap pemerintah hadir di tengah-tengah kita,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *