ABG Bogor Dicekoki Obat Teler

by -

Peredaran obat keras menyasar kalangan remaja atau ABG Bogor masih terjadi. Teranyar, Polsek Caringin, Polres Bogor, berhasil menggagalkan peredaran 15.370 butir obat Tramadol dan Hexymer. Obat keras itu didapat dari dua tersangka berinisial TSG dan M.

INFORMASI yang dihimpun, penangkapan kedua pelaku itu terjadi di sebuah pangka­lan ojek di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin. Kedua­nya diamankan atas kejelian anggota polisi yang mencu­rigai gerak-gerik para ter­sangka.

Kapolsek Caringin AKP R Dandan Gaos mengatakan, kedua pelaku diringkus saat hendak mengedarkan obat-obatan/farmasi ilegal kepada para pelanggannya yang se­bagian besar ABG itu.

”Terhadap para pelaku, saat ini penyidikannya dilakukan oleh kami di Polsek Caringin, tentunya dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama Sat Narkoba Polres Bogor,” kata R Dandan Gaos.

Dari tangan tersangka, ia mengaku pihaknya berhasil menyita beberapa barang bukti. Di antaranya dari pelaku TSG berhasil disita barang bukti berupa 14.220 butir Hexymer, 128 butir Tra­madol dan uang tunai Rp1.030.000.

Kemudian dari tersangka M berhasil disita barang bukti berupa 420 butir Tramadol, 550 butir Hexymer, 52 butir Trihexyphenidyl dan uang tunai Rp435.000. “Total barang bukti yang diamankan men­capai 15.370 butir, dengan uang tunai Rp1.465.000,” be­bernya.

Nasib keduanya kini terjerat hukuman dengan ancaman penjara belasan tahun dan denda miliaran rupiah. ”Ter­hadap para tersangka, kami jerat dengan Pasal 196 Jo Pa­sal 197 Undang-Undang Re­publik Indonesia No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana mak­simal 15 tahun atau denda Rp1,5 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, kasus pere­daran obat keras di Bogor bukan hal baru. Bahkan, di wilayah ini pernah berdiri beberapa pabrik rumahan pembuat obat keras tersebut. Di mana petugas kepolisian berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti obat-obatan yang masuk golongan G.

Di antaranya pengungkapan pabrik rumahan pil ekstasi di Kelurahan Sukahati, Kecama­tan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 19 Juli 2020. Di mana polisi berhasil menga­mankan 500 pil ekstasi, pe­ralatan produksi dan tiga tersangka.

Lalu pengungkapan pabrik rumahan obat palsu di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Cimanggu Perikanan dan Gang Pasantren, Kelurahan Kedung­waringin, Kecamatan Tanah­sareal, Kota Bogor, pada 20 dan 21 November 2019. Di mana petugas kepolisian ber­hasil mengamankan jutaan butir obat golongan G, mesin pembuat mesin dan delapan pelaku.

Serta pengungkapan pabrik rumahan pil ekstasi di Keca­matan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 24 September 2018. Di mana polisi berhasil mengamankan 700 pil eksta­si dan tiga tersangka. (pr/ogi/b/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *