Bangun Empat Kedai Bakso Libatkan Tuhan dan Keluarga

by -

Merantau jauh dari kampung halaman membuat Sutrisno menjadi kuat dan tangguh menghadapi aral rintang dalam hidupnya. Sutrisno dan Agustinah adalah inspirasi sukses dan gigihnya pengusaha muslim dalam menggeluti bisnis kuliner bakso.

KESEDERHANAAN tampak dari gestur dan pola bicara pria yang akrab disapa Mas Trisno itu. Ia ternyata bos dari empat kedai bakso. Ia pemilik Kedai Bakso Pak Mien Pandu Raya, Kedai Bakso Mas Trisno Ciomas, Kedai Bakso Sidodadi Kencana dan Ke­dai Bakso Pak Mien Ciban­teng Ciampea.

Sebelum memutuskan terjun total di dunia ku­liner dengan berjualan dan berdagang bakso, Sutrisno mempunyai beberapa pengalaman usaha, bisnis dan pe­kerjaan yang digeluti. Wara wari mendalami bisnis dan mencoba peruntungan dengan hal lain, pada akhirnya ber­muara kembali pada bakso yang menjadi langkah sukses­nya.

“Kalau dibilang pahit ya pahit, tetapi kita wajib sen­antiasa bersyukur kepada Allah taala, sebelum seperti ini. Ketika dahulu di Bandung, saya juga sempat jualan bak­so dengan dorong gerobaknya langsung,” katanya.

Sejak 2008 sampai sekarang, dunia berdagang bakso di­pilih ayah dari Gilang Yuda Pratama tersebut. Saat ini total Mas Trisno mempu­nyai sekitar 23 karyawan yang bekerja di empat kedai bak­sonya itu. Selain bakso, Mas Trisno pun membuka lapak berdagang daging ayam yang dikelola langsung sang istri Agustinah di Pasar Anyar, Kota Bogor.

“Maka nikmat Tuhan-Mu manakah yang kamu dustakan. Ini semata-mata adalah ke­berkahan, titipan dan anuge­rah yang diberikan Allah. Kita wajib terus bersyukur dan bersabar,” ungkap Mas Trisno.

Peran dan dukungan kelu­arga, lanjutnya, sangat penting. Bahkan menjadi modal dan faktor utama, mulai dari merin­tis usaha sampai saat ini. Ia berhasil mengantarkan sang istri Agustinah merengkuh gelar sarjana, serta menyeko­lahkan anaknya di Al-Azhar University, Kairo, Mesir.

Selain dukungan keluarga, kiat untuk selalu fokus, gigih dan sabar dalam merintis usahanya itu didapatkan juga melalui sharing, diskusi dan halaqoh pengajian bersama rekan-rekan pengajiannya. Hal tersebut adalah energi dahsyat yang membuat saya survive dalam merintis usaha sejauh ini.

“Ada hal terpenting bahwa sebagai seorang muslim kita harus berpedoman bahwa usaha dan bisnis harus taat dengan aturan Allah SWT,” tandasnya. (bdn/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *