Bareng Komunitas Warga, DPPKB Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

by -

METROPOLITAN.id – Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor masih terus meningkat, salah satunya muncul dari klaster keluarga. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, sudah ada tujuh klaster yang memunculkan 23 kasus positif.

Tingginya kasus klaster Keluarga pun menjadi perhatian sendiri bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), yang dengan menggandeng komunitas warga, menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan.

Kepala DPPKB Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan, saat ini, keluarga merupakan garda terdepan dalam pencegahan Covid-19. Maka, pihaknya pun melakukan sosialisasi protokol kesehatan, salah satunya di RW 02 Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal.

“Untuk memerangi Covid-19 ini, harus dimulai dari tingkat keluarga,” katanya, Rabu (12/8).

Selain memberikan sosialisasi bareng komunitas warga, Bermakna, pihaknya juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang ingin diedukasi terkait protokol kesehatan. Menurut mantan kepala Dishub Kota Bogor itu, bantuan yang diberikan sifatnya bantuan kemanusiaan.

“Ini bantuan diluar bantuan pemerintah. Ini juga bentuk kepedulian kami dan elemen masyarakat terhadap ketahanan keluarga dalam menghadapi Covid-19,” ungkap Rakhmawati.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim pernah mengungkapkan, salah satu klaster keluarga dengan jumlah positif tinggi ada dari Kelurahan Semplak, dengan 23 orang terkonfirmasi positif.

Demi menjaga tidak menyebarnya dan menambahnya penularan dari klaster Keluarga, Dedie mengimbau kepada para kepala keluarga untuk menjaga diri agar keluarga dirumah tidak tertular.

“Kita berharap kehati-hatian dari mereka yang melakukan perjalanan dinas. Kehati-hatian dari mereka yang jadi kepala keluarga yang melakukan kegiatan di zona-zona merah,” tuntas Dedie. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *