Bengkel Sepeda Nawawi Cijeruk Laris Manis

by -

METROPOLITAN – Pan­demi Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi pemi­lik Bengkel Sepeda Nawawi Cijeruk Palasari di Kampung Palasari, RT 02/02, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk. Pemilik bengkel be­kas, Nawawi, mengaku keban­jiran pesanan bengkel bekas. Dalam sebulan ada 300 unit yang dijualnya.

Ia mengatakan, sepeda be­kas yang ia beli seharga Rp200.000-Rp250.000 per unit. Setelah diperbaiki dan dip­ercantik, ia jual seharga Rp300.000 hingga Rp400.000.

Ia pun memanfaatkan ja­ringan online dalam mema­sarkan sepeda rakitannya.

”Ban, jok hingga rantai dan stang yang rusak saya per­baiki. Begitu juga dengan cat yang sudah luntur, saya cat ulang. Baru dijual online. Alhamdulillah pembeli dari berbagai daerah di Jawa Ba­rat, seperti Cianjur, Bekasi, Sukabumi dan Bandung,” tuturnya.

Sedangkan di luar Jawa Ba­rat, ia kebanyakan menerima orderan dari Jakarta. “Se­hari bisa sepuluh sepeda atau paling banyak 20 unit sepeda yang dipesan lewat online. Selesai transaksi, uang muka masuk saya langsung kirim sepedanya,” ujarnya.

Untuk perbaikan dan mem­percantik sepeda, ia menger­jakannya bersama anak dan tetangganya. Mulai dari se­peda anak-anak sampai de­wasa, ia bisa memolesnya hingga bernilai jual.

”Kita jual sepeda bekas, ke­banyakan buat anak-anak. Kemarin saya beli dari pabrik yang cuci gudang. Saya per­baiki bersama keluarga. Se­lesai diperbaiki baru saya tawarkan ke pembeli lewat online. Besoknya ada saja yang pesan. Selain itu, bengkel se­peda saya juga menerima perbaikan sepeda yang rusak,” paparnya. (nto/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *