Bima Arya Minta Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOS Ditangguhkan

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor Bima Arya dikabarkan melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap lima orang tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kota Bogor.

Permohonan tersebut dituangkan dalam surat resmi Wali Kota Bogor bernomor 180/2633-Hukham tertanggal 27 Juli 2020.

Dalam surat itu, Bima Arya menjaminkan dirinya atas penangguhan penahanan terhadap lima orang tersangka yang merupakan PNS dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

Ketika dikonfirmasi, Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta membenarkan informasi tersebut.

“Iya benar,” singkat Alma, Selasa (4/8).

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Cakra Yudha menilai apa yang dilakukan Wali Kota Bogor Bima Arya sah-sah saja.

Namun, Cakra mengaku pihaknya enggan memberikan jawaban atas surat yang dilayangkan oleh Bima Arya.

“Kami kembali lagi ke pasal 21 KUHAP, kami melakukan penahanan karena takut tersangka melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” ujar Cakra, Selasa (4/8).

Sebelumnya, Kejari Kota Bogor menetapkan enam orang tersangka korupsi penyelewengan dana BOS.

Enam orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti berkongsi bersama JRR dalam melakukan penyelewengan dana BOS untuk tahun ajaran 2017 sampai 2019.

Dari kasus korupsi tersebut, kerugian negara yang diakibatkan diperkirakan mencapai Rp17 miliar.

Saat ini, Kejaksaan sudah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka korupsi dana BOS dan semuanya sedang menjalani masa penahanan di Lapas Paledang.(dil/a/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *