Buntut Obat Corona, Anji dan Hadi Pranoto Dipolisikan

by -

METROPOLITAN – Pernyataan Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan obat corona ber­buntut panjang. Hadi Pranoto dan mu­sisi Anji resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, kemarin. Keduanya dilaporkan atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

Anji dan Hadi Pranoto dila­porkan CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi LP/4538/ VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. tanggal 3 Agustus 2020. ”Sudah resmi dilaporkan pada malam ini jam 18:30 WIB terlapor disebut jelas Hadi Pra­noto profesor yang di-interview. Kemudian adalah pemilik akun YouTube duniamanji,” kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin.

Ia menyebut Anji dan Hadi dilapor­kan atas dugaan tindak pidana ITE dan atau menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 28 Ayat (1)  Jo Pasal 45A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. ”Karena ada juga masalah berita bohong kan disam­paikan narasumber ini profe­sor kemudian disebarkan,” ucapnya. ­

Muannas berharap nantinya polisi dapat menindaklanjuti laporan ini. Laporan tersebut akan dilanjutkan ke Ditres­krimsus Polda Metro Jaya. ”Kita serahkan pihak kepoli­sian. Yang pasti ini sudah resmi dilaporkan,” ujar Muan­nas.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono se­belumnya menyatakan bahwa Polri membuka kesempatan bagi pihak mana pun yang hendak melaporkan Hadi Pra­noto terkait pernyataannya dalam video musisi Anji soal klaim menemukan obat Co­vid-19. Pihak kepolisian me­mastikan akan mengusut la­poran terkait pernyataan Hadi Pranoto tersebut. ”Se­baiknya silakan melapor ke kepolisian,” kata Argo.

Menanggapi hal itu, Hadi Pranoto mengaku siap mem­buktikan khasiat herbal bua­tannya kepada penyidik po­lisi terkait laporan Cyber In­donesia ke Polda Metro Jaya. Ia pun merasa tidak ada yang merasa dirugikan terkait her­bal miliknya yang diklaim menyembuhkan Covid-19. ”Kalau diperiksa, saya akan hadir. Saya akan jelaskan dengan bukti-bukti yang kami miliki secara utuh dan trans­paran. Akan saya buktikan kalau saya tidak membuat hoaks,” kata Hadi.

Hingga kini, Hadi mengaku belum mengerti betul poin-poin atau dasar pelaporan yang digolongkan menyesatkan melalui videonya bersama Anji tersebut. ”Hoaksnya di mana? Barangnya ada, orang sembuhnya ada, testimoninya ada. Yang hoaksnya itu apa?” tanyanya dengan aneh.

Ia pun mengaku produk her­balnya itu memang berkha­siat dan benar bisa menyem­buhkan pasien yang positif Covid-19. Selain itu, aman dan tidak ada orang yang merasa dirugikan setelah minum her­bal tersebut. “Memang ada yang sakit setelah minum herbal saya? Ada yang mati setelah minum herbal ini? Kan tidak. Semua yang kita uji se­muanya sehat. Bahkan kawan saya yang positif, dia sembuh dan sehat. Tidak perlu obat lain. Jadi yang dibilang me­nyesatkan itu yang mana?” ungkapnya dengan nada tinggi.

Untuk itu, Hadi mengaku tak mau ambil pusing soal per­bincangan yang menyebut dirinya tak berkompeten da­lam dunia herbal. Ia menya­rankan agar pihak yang kebe­ratan dengan uji klinis ini agar bersama-sama melakukannya. ”Mereka yang telah disumpah negara dengan jabatannya, dengan gajinya, setidaknya mereka bisa memberikan ru­ang bagi kami. Kita melakukan riset biaya sendiri, seyogyanya kalau ada yang keberatan dengan uji klinis ini, mari kita lakukan uji klinis,” imbuh­nya. ”Kalau bermanfaat, ayo kita teruskan. Kalau herbal ini tidak ada mafaatnya dan mengandung dampaknya negatif, mari kita lupakan. Mari kita buang jauh-jauh. Tapi seyogyanya, pasien yang mengikuti memperoleh dam­pak positif dan sembuh,” sam­bungnya.

Kendati demikian, Hadi Pra­noto meyakini bahwa untuk lisensi dan uji klinis produk, secara umum jamu herbal buatannya sudah lulus uji klinis secara internal. ”Secara independen sudah. Kalau sertifikasi, kita harapkan lem­baga-lembaga terkait yang melakukan. Kalau kita sen­diri yang melakukan, pasti lembaga itu mempertanyakan uji klinisnya. Jadi kalau ada yang mau uji sampel, kita per­silakan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Per­kumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania, meya­kini sejauh ini belum ada obat herbal atau jamu yang bisa membunuh virus Covid-19 pada tubuh penderitanya. ”Belum ada bukti obat herbal atau jamu bisa bunuh virus corona. Kalau untuk mening­katkan imunitas, mengurangi keparahan gejala Covid-19, ini baru bisa. Misalnya mere­dakan batuk, sakit tenggorokan, demam, dan gejala lainnya yang sering terjadi pada co­vid-19,” katanya saat dihubungi Metropolitan.

Tak hanya itu, sosok Hadi Pranoto juga tidak dikenal di kalangan kelompok komuni­tas ilmiah. Inggrid menjelas­kan, jika memang Hadi telah ada penelitian terkait obat penyakit tertentu, maka in­formasi tersebut harus dise­barluaskan melalui jurnal ilmiah agar dipahami publik. Bukan hanya tentang men­ghasilkan produk, melainkan juga metode yang dipakai untuk pembuatan obat terse­but.

Inggrid berpesan kepada masyarakat untuk selalu kritis dalam memilah informasi apa pun, terutama terkait pengo­batan Covid-19. ”Sekali pun informasi disampaikan mela­lui platform milik publik figur tetap harus mendapat penje­lasan dari ahli yang kredibel dan terpercaya,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, sosok Hadi Pranoto menjadi tenar saat penyanyi Anji mem­publikasikan sebuah wawan­cara di channel YouTube mi­liknya, dengan orang yang memperkenalkan dirinya sebagai pakar mikrobiologi itu. Hadi mengklaim sudah menemukan herbal virus co­rona. Anji memberi judul video yang tayang pada 31 Juli 2020 itu: ’BISA KEMBALI NORMAL❓OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN !! (Part 1)’. Dalam video berdurasi 35 menit 51 detik itu, Hadi Pra­noto mengklaim dirinya sudah menemukan obat herbal yang dinamai Antibodi Covid-19. (dtk/ogi/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *