Buntut Tiang Penyangga Jembatan MA Salmun Retak, Pemkot Bogor Lapor ke Jabar

by -

METROPOLITAN.id – Tiang penyangga Jembatan MA Salmun, Bogor Tengah, Kota Bogir, mengalami keretakan.

Alhasil, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor bersama jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka jalur hanya satu arah di sekitar jembatan Jalan MA Salmun, Sabtu (22/8).

Rekayasa lalin tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi karena ditemukan keretakan pada tiang penyangganya Jembatan MA Salmun.

Jalur dibuka satu arah dari Simpang Ciwaringin menuju Simpang Mayor Oking. Sementara kendaraan dari arah Jalan Ardio tidak bisa menuju arah PGN, untuk kemudian diarahkan belok kiri melalui Jalan Mayor Oking.

“Kami sudah koordinasi dengan Dishub untuk rekayasa lalin dan Satpol PP untuk penjagaan agar tidak ada lagi pedagang kaki lima yang berjualan diatas jembatan MA Salmun,” ujar Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid, Sabtu (22/8).

Baca Juga  Enam Siswa Abk Smpn 11 Ikuti Unbk

Menurut Wahid, sebelumnya warga dan wilayah sudah menyampaikan laporan terkait kondisi jembatan MA Salmun tersebut.

Namun, menurut Dinas PUPR Kota Bogor, jembatan MA Salmun merupakan kewenangan Provinsi. Sehingga Dinas PUPR yang akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat.

“Kami selaku aparat wilayah sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait penutupan sebagian jalan MA Salmun dan menghimbau masyarakat agar selalu waspada,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, pihaknya menutup sebagian jalan MA Salmun karena struktur jembatan sudah ada yang rapuh atau retak.

Selain itu, Dishub juga memasang rambu statis dan rambu dinamis (personel) Dishub yang turun langsung serta membuat rekayasa lalu lintas.

Baca Juga  Nggak Cuma di Surken, Angkot Bogor juga Pernah Terbakar di Gunungbatu dan Cimahpar

Meski demikian, Dishub tetap meminta agar Dinas PUPR Kota Bogor segera membuat kajian teknis jembatan MA Salmun dan ambil langkah cepat sekalipun rehab total atau recovery tetap membutuhkan waktu lama.

“Cuaca Kota Bogor sering berubah, hujan tiba-tiba kalau kondisi rapuh seperti itu, mengkhawatirkan,” tandasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *