Cerita Teman, Korban Hanyut di Bogor Sempat Lihat Gagak Hitam dan Ketakutan

by -

METROPOLITAN.id – Korban hanyut di Sungai Cisadane, Ciampea, Kabupaten Bogor, Miftahul Huda (18) belum juga ditemukan hingga Kamis (13/8) sore.

Salah seorang rekan korban, Jeremy (20) sempat menceritakan kondisi sebelum korban terbawa arus.

Saat ity, korban bercerita ke teman-temannya bahwa ia melihat burung gagak hitam. Korban juga mengaku merasa ketakutan saat melihat burung tersebut.

“Malahan, Rahul (sapaan karib korba) sempat cerita ke anak-anak bahwa dirinya melihat burung gagak hitam. Korban bilang jika melihat Burung tersebut merasa ketakutan,” ujar Jeremy, Kamis (13/8).

Semua masih nampak seperti biasa usai korban bercerita. Saat berenang di Sungai Cisadane, korban juga sempat mencoba berenang ke pinggir sungai.

Karena arus sungai deras, korban terseret ke dalam pusaran. Melihat kejadian tersebut, teman-temannya sempat membantu korban hingga keduanya terseret arus.

“Ada sekitar sepuluh detik keduanya terseret arus. Nggak lama kemudian Gilang (teman korban) mucul ke permukaan air, sedangkan korban Rahul tak kunjung muncul hingga kini,” tandasnya.

Sebelumnya, pencarian korban hanyut di Sungai Cisadane, Ciampea, Kabupaten Bogor, Miftahul Huda terus dilakukan. Tak hanya mengerahkan unsur SAR, pencarian di hari kedua ini, Kamis (13/8) juga melibatkan paranormal.

Informasi yang dihimpun, ada tiga paranormal yang dikerahkan. Mereka melakukan ritual dengan membakar dupa di bibir sungai.

Kepala Desa Ciampea, Suparman mengatakan, pencarian hari kedua ini tim sar menggunakan perahu karet dan melakukan penyelaman di area korban tengelam.

Area Leuwi Nangka yang menjadi lokasi korban hanyut sendiri merupakan tempat yang dipercayai warga sangat sakral. Untuk itu, pihaknya meminta tolong kepada paranormal yang ada di kampung.

“Selain dibantu Tim SAR, kita juga mengundang tiga paranormal untuk membantu evakuasi korban yang tenggelam,” ujar Maman.

Menurut paranormal tersebut, korban masih berada di dalam pusaran dan terjepit di bebatuan.

Selain itu, ketika malam hari, ada informasi warga yang melihat sesosok jasad terapung di sungai. Karena arusnya deras, jasad tersebut cepat terseret arus.

“Intinya, kita terus berusaha. Jika sampai pukul 17:30 WIB belum diketemukan juga, pencarian korban hanyut dihentikan dan dilanjutkan esok hari di area lain,” ungkapnya.

Pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan. Ketika korban diketemukan, pihak keluarga meminta jasad korban tidak dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi langsung di kebumikan.

“Kemungkinan, korban oleh pihak keluarga bakal di makamkan di Kampung Tegal,” terang Maman.

Sementara itu, tim penyelam dari Damkar Kabupaten Bogor, M. Ridwan mengaku penyeleman dengan metode penyisiran ke dalam sungai sudah dua kali dilakukan.

Hingga kedalaman lima meter, dengan kondisi arus deras dan banyak bebatuan, jasad korban sampai saat ini belum juga ditemukan.

“Jika melihat kondisinya, kemungkinan korban sudah terbawa arus sungai. Total penyelam ada empat orang dari BPBD, Basarnas dan Damkar,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Miftahul Huda asal Perumahan Graha Tama Indah 5 Ciampea, Kabupaten Bogor hilang setelah terseret arus Sungai Cisadane, Rabu (12/8).

Korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya seusai rapat persiapan acara HUT Kemerdekaan ke-75 RI.

Korban yang akrab disapa Rahul saat itu sedang berenang bersama rekannya, Jeremy (20) di Sungai Cisadane sekitar pukul 14.30 WIB. Nahas, saat korban berenang agak ke tengah sungai malah tenggelam dan tidak terlihat kembali ke permukaan.

Sekitar pukul 15.30 WIB tim menuju lokasi dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam, tepatnya di Kampung Pabuaran Poncol RT 3/10 Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea. (ads/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *