Dedie Bentuk Tim Perpindahan Pusat Pemerintahan

by -
wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

METROPOLITAN – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah Ka­tulampa, Bogor Timur, per­lahan mulai direalisasikan. Yang teranyar, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, membentuk tim khusus untuk memindahkan pusat pemerin­tahan Kota Bogor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bap­peda) Kota Bogor, Hanafi, mengungkapkan, pemben­tukan tim ini adalah bentuk tindak lanjut dari wacana Pemkot Bogor. Tim tersebut terdiri dari Bappeda, PUPR, Perumkim, BPN dan PT SEG. “Kita belum ke arah teknis, baru pembentukan,” ujar Hanafi kepada Metropolitan, Minggu (30/8).

Hanafi menjelaskan, dalam perencanaan perpindahan pusat pemerintahan ini, Pemkot Bogor masih me­nyiapkan kajian perpindahan. Namun jika bicara soal lahan, Hanafi membeberkan kalau lahan seluas 6 hektare sudah disiapkan PT SEG di bawah DJKN Menkeu. ”Jadi, PT SEG itu mau bangun kawasan perumahan dan apartemen di Bogor Lake Side. Mereka mau memberikan tanah seluas 6 hektare untuk ka­wasan perkantoran Pemkot Bogor,” katanya.

Baca Juga  Bima Targetkan Renovasi 20.000 RTLH

Terkait penggunaan pinja­man dalam perpindahan kantor pemerintahan Kota Bogor, Hanafi mengaku pihak pemkot belum mengambil sikap. Sebab pemkot sebe­lumnya hanya mengajukan bantuan ke pemerintah pu­sat. Namun karena pusat sedang ada program pinja­man lunak Pemulihan Eko­nomi Negara (PEN), maka pemkot diarahkan mengik­uti program tersebut.

”Betul, kita bikin surat ke pusat, dalam hal ini dirjen perimbangan, minta bantuan terkait pembangunan perkan­toran dan GOR, jumlahnya Rp2 triliun lah kurang lebih. Dijawab, disarankan melalui pinjaman, kan kita belum ambil. Nah pinjaman pasti ada agreement, usulan, nah sampai ke sana belum,” pa­parnya.

Terpisah, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menutur­kan, dalam waktu dekat pem­kot bakal menyambangi kantor DJKN untuk meminta kepastian lahan yang akan dihibahkan. ”Saya ingin lahan pasti dulu ke kita secara ter­tulis agar bisa disertifikatkan,” tegasnya.

Baca Juga  Dedie Minta Boxies Jalankan Rekomendasi Dishub

Meski begitu, Ade sendiri berharap PT SEG mau ikut membantu membangun kom­pleks pemerintahan Kota Bogor di Katulampa. Sehing­ga pembangunan ini tidak mengganggu APBD Kota Bo­gor yang saat ini tengah anjlok karena pandemi Covid-19.

Ade Sarip pun berpesan ke­pada tim perpindahan pusat pemerintahan di bawah komando kepala Bappeda Kota Bogor agar melakukan kajian dengan detail. ”Harus koordinasi dengan BKPSDM. Ada beberapa OPD, jumlah ASN kita kan kira-kira 4.000 orang, jika dibangun cukup nggak, sampai hitungan itu kira-kira,” jelasnya. (dil/c/ mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *