Diduga Langgar PSBB, Borcess Cuma Dapat Teguran Tertulis Dari Satpol PP

by -

METROPOLITAN.id – Usai disanksi lantaran membangun tanpa izin beberapa waktu lalu, Bogor Center School (Borcess) kembali berurusan dengan Satpol-PP Kabupaten Bogor.

Kali ini, Borcess diberikan teguran secara tertulis lantaran menggelar wisuda sekolah dengan mendatangkan massa dalam jumlah besar di tengah pemberlakukan PSBB, Senin (24/8).

Kepala Satpol-PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengatakan, pemberian sanksi tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan lengkap dari unit dan pihak Kecamatan Kemang.

Meski secara umum pihak sekolah mendatangkan massa dalam jumlah besar diduga melanggar ketentuan PSBB, Satpol-PP Kabupaten Bogor hanya memberikan teguran secara lisan dan tulisan kepada pihak sekolah.

“Dari hasil koordinasi kami dengan unit kecamatan, kita hanya berikan sanksi teguran saja. Karena pada saat acara pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan,” kata lelaki yang karib disapa Agus Ridho.

Baca Juga  Ipsm Bagikan Lima Kursi Roda

Agus menjelaskan, pihak Borcess memang menggelar acara seremonial wisuda di dalam gedung sekolah. Mereka juga berkenan jika acaranya dihentikan.

Meski demikian, Agus Ridho mengingatkan agar pihak Borcess tak kembali mengulangi hal yang sama.

“Intinya kita ingin pihak sekolah jangan mengulangi lagi. Itu saja intinya. Kalau mengulangi lagi, pastinya itu beda urusan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Borcess kembali menjadi sorotan. Usai disanksi akibat membangun kampus dan water park tanpa izin beberapa waktu laku, kini mereka kembali berurusan dengan Satpol PP.

Musababnya, Borcess diduga nekat menggelar acara wisuda sekolah dengan menghadirkan masa dalam jumlah besar.

Akibatnya, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Kemang bersama Satpol-PP membubarkan paksa acara seremonial yang berlangsung Senin (24/08) pagi itu.

Baca Juga  Besok, 3 Calon Berebut Suara dalam Pilkades PAW Sukamulya Rumpin

Camat Kemang, Kabupaten Bogor Edi Suwito menjelaskan, kegiatan wisuda tersebut tak mengantongi izin terkait pengadaan masa dalam jumlah besar.

“Acara itu mengundang orang banyak di tengah pandemi covid-19, yang mana saat ini belum boleh digelar,” kata Edi, Senin (24/8).

Tak adanya izin melakukan kegiatan yang mengundang banyak massa membuat pihak kecamatan membubarkan kegiatan tersebut.

Wakil Yayasan Ashokal Hajar Marullah menyangkal jika kegiatan seremonial wisuda yang digelar pihaknya mendatangkan banyak orang dalam jumlah banyak.

Marullah juga menyangkal jika kedatangan Muspika Kemang bersama Satpol-PP untuk membubarkan acara tersebut.

“Itu mah acara seremonial aja, itu pun diwakilkan, jadi tidak semua datang. Bukan dibubarkan tapi meninjau protokol kesehatan, memang ada info dibubarkan tapi bukan, hanya memantau protokol kesehatan saja,” tandasnya. (ogi/fin)

Baca Juga  Seorang Pendaki Tewas Tertimpa Longsor di Gunung Sumbing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *