DPR Tagih Kemendikbud Kurikulum Darurat Covid-19

by -

METROPOLITAN – Ke­menterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pernah menyatakan bakal menyusun kurikulum daru­rat. Tujuannya sebagai acuan pembelajaran saat masa pandemi atau kondisi daru­rat lain. Namun hingga kini kurikulum itu tak kunjung selesai.

Ketua Komisi X DPR, Sy­aiful Huda, menyatakan, Kemendikbud harus segera menyelesaikan semua tugas dan persoalan di dunia pen­didikan. Polemik soal Pro­gram Organisasi Penggerak (POP) harus segera disele­saikan. Setelah itu Mendik­bud Nadiem Makarim harus fokus terhadap proses Pem­belajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Huda, Kemen­dikbud juga harus menyele­saikan kurikulum pendidi­kan untuk darurat Covid-19. Kemendikbud sebelumnya berjanji menyelesaikan ku­rikulum darurat tersebut pada 13 Juli. ”Tapi sampai sekarang belum selesai,” katanya.

Karena itu, acuan yang di­pakai adalah kurikulum normal. Padahal, kondisi pendidikan sekarang tidak normal. Karena itu, dibutu­hkan kurikulum darurat yang sesuai situasi pandemi. Ke­mendikbud juga harus betul-betul bekerja keras menyele­saikan kurikulum tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ai­nun Naim, menyampaikan, kurikulum darurat masih tahap finalisasi. Badan Pe­nelitian dan Pengembangan Perbukuan Kemendikbud sedang ngebut menyele­saikannya. ”Penyederha­naan kurikulum masih da­lam proses penyelesaian,” katanya.

Selama masa tunggu ter­sebut, terang Naim, sebe­tulnya sekolah telah diberi fleksibilitas dalam kegiatan belajar-mengajar. Salah sa­tunya guru tak perlu menge­depankan penuntasan ku­rikulum mengajar. Cukup menyesuaikan dengan kon­disi murid dan lingkungan.

Naim mengakui saat ini tidak ada guideline yang terperinci. Sebab, kondisi di lapangan sangat dinamis. ”Keadaan tiap-tiap sekolah kan juga berbeda,” ujarnya. Karena itu, pihaknya me­milih memberikan definisi belajar yang luas, sehingga dapat dikembangkan. Ter­masuk belajar taat menjaga kesehatan hingga penge­nalan seputar pandemi Covid-19.

Selain kurikulum, Kemen­dikbud juga menyiapkan modul bagi siswa. Khususnya di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Modul akan membantu anak belajar dari rumah dengan meny­ertakan apa saja yang dapat dilakukan orang tua bersama anak dalam masa tersebut. PJJ diharapkan bisa terlaks­ana dengan baik. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *