Genjot PAD Pemkot Bogor Terapkan QRIS

by -

METROPOLITAN – Covid-19 berdampak langsung terhadap berbagai sektor, salah satunya pendapatan daerah. Termasuk Kota Bogor yang hingga per­tengahan Juli baru tereali­sasi Rp82,1 miliar. Padahal targetnya hampir seperti 2019, di mana terealisasi Rp106,4 miliar. Pemerintah Kota Pemkot Bogor bersama Bank Jabar- Banten dan Bank Indonesia meluncurkan Quick Respon­se Code Indonesia Standard (QRIS), sebuah sistem pem­bayaran dengan barcode un­tuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya. Se­hingga tak ada alasan sulit akses pembayaran.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, inovasi ini dite­rapkan agar wajib pajak lebih mudah membayar secara non­tunai, sehingga lebih mudah dan aman tanpa bersentuhan serta meminimalisasi risiko penularan Covid-19. Selain itu, inovasi ini juga men­jadi salah satu upaya memuli­hkan ekonomi. QRIS diklaim menjadi awal untuk menyam­but era digital di tengah pan­demi Covid-19.­

”Kan di masa depan trans­aksi nontunai akan beralih menuju digital atau cashless. Sebelumnya non tunai hanya kelas middle up yang fasih. Sekarang nggak, melek se­muanya. Menjemput pajak yang tidak besar bisa dengan QRIS. Ini dapat mempercepat target pajak daerah,” katanya.

Saat ini, sambung Bima Arya, pemkot sudah punya mesin tapping box sejak 2014. Dengan generasi baru ini akan disem­purnakan, sehingga bisa lebih menggenjot pajak. Termasuk monitoring, transparansi, tidak ada kebocoran dan bisa membaca tren konsumen.

Selain membayar pajak, pi­haknya merencanakan QRIS akan digunakan untuk tran­saksi di pusat kuliner yang dibangun di kawasan Surya­kencana. Termasuk di pasar-pasar di Kota Bogor. ”Kalau pajaknya baik, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga baik. Warga akan lebih sejahtera. Kita bisa memenangkan per­tarungan dengan Covid-19. Ini tugas pemkot agar warga mudah, cepat dan aman,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapen­da) Kota Bogor, Deni Hen­dana, menjelaskan, sistem ini bisa mempermudah pem­bayaran PBB. Keunggulannya yakni Universal, Gampang, Untung dan Langsung. ”Sistem ini memiliki tiga unggul tadi. Metode pembayarannya di­nilai inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat, bisa dila­kukan dengan mudah, efisien dan menghemat waktu,” te­gasnya.

Pembayaran pajak secara nontunai di era pandemi Covid-19 disebut terobosan untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. QRIS juga bisa digunakan semua wajib pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). ”Ada dua mobil yang kita sediakan. Satu untuk PBB, satu untuk pajak daerah yang lainnya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pe­mimpin Divisi Hubungan Kelembagaan Bank BJB, Isa Anwari, menjelaskan, QRIS untuk pajak baru pertama kali diimplementasikan di Kota Bogor. Secara teknis, QRIS bisa mempercepat in­put terhadap pembayaran pajak. ”Masyarakat cukup melakukan pembayaran via e-Money, bisa dengan Go-Pay, OVO dan sebaginya. Jadi tinggal scan barcode,” pungkasnya. (cr1/b/ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *