GOR Pajajaran Resmi Ditutup

by -

METROPOLITAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor resmi menutup kembali area GOR Pajajaran sebagai antisipasi penye­baran wabah Covid-19.

Kadispora Kota Bogor, Herry Kar­nadi, mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk evaluasi aktivitas warga yang selama ini menggunakan fasilitas lapangan di area dalam mau­pun luar GOR Pajajaran. Penutupan area dalam dan luar GOR Pajajaran itu karena melihat kurang disiplinnya pengunjung dalam menjalankan protokol kesehatan.

”Penutupan itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, mengingat ma­sih kurangnya kesadaran pengunjung dalam mengikuti protokol kesehatan yang telah di­anjurkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Herry me­negaskan, apabila pengun­jung sudah sadar dan mau mengikuti protokol keseha­tan yang diterapkan, tak menutup kemungkinan GOR Pajajaran bakal dibuka kem­bali. ”Keadaan belum normal. Pengunjung harus mengik­uti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dispora juga tidak pernah berhenti untuk mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kese­hatan. ”Kami selalu ingatkan masyarakat agar tetap men­jaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan,” paparnya.

Sebelumnya, Dispora Kota Bogor telah memberlakukan peraturan baru dan ketat ke­pada setiap orang yang akan menggunakan fasilitas GOR Pajajaran. Herry menegaskan, seluruh masyarakat yang ingin berkegiatan olahraga di GOR Pajajaran harus mem­bawa KTP-el.

”Siapa saja pengguna fasi­litas GOR Pajajaran harus mengikuti peraturan yang telah diberikan Dispora Kota Bogor. Pengguna fasilitas GOR Pajajaran juga wajib mem­bawa KTP-el, ketika ingin menggunakan fasilitas olah­raga di GOR Pajajaran,” ujar­nya.

Herry menjelaskan, peng­unjung juga diminta untuk mengisi data diri di formulir pendataan khusus yang telah disediakan pihak Dispora. ”Bukan hanya membawa KTP-el, tapi juga wajib mengisi data diri saat akan berolah­raga di GOR,” jelasnya.

Terkait fungsi, Herry mene­gaskan hal tersebut sebagai salah satu antisipasi untuk mencegah apabila terjadi hal yang tak diinginkan. ”Dengan adanya pengisian identitas diri itu, kami bisa langsung memeriksa data pengguna fasilitas GOR Pajajaran, jika suatu saat ada yang terpapar kasus Covid-19 yang bersang­kutan di GOR Pajajaran. Inti­nya, data diri berguna bila suatu saat ditemukan peng­guna yang terpapar maka akan memudahkan saat tracing,” tegasnya.

Selain itu, Herry membe­berkan bahwa pemerintah tidak akan bosan mengimbau masyarakat agar terus mengik­uti Protokol kesehatan yang sudah ditentukan seperti physical distancing, mencuci tangan, memakai masker dan mengisi identitas diri dengan KTP. ”Sekali lagi, karena keadaan belum normal se­perti biasa, maka masyarakat harus tetap mengikuti proto­kol kesehatan yang telah di­tentukan oleh pemerintah,” paparnya. (tib/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *