Hutan Bambu Jadi Embrio Tempat Kongko Strategis

by -

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengunjungi Rungkun Awi yang berada di Desa Tugu Selatan, Cisarua, sehari jelang Hari Raya Iduladha 1441 H. Kawasan hutan bambu, bekas pembuangan sampah tersebut, kini sudah mulai menjadi titik ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar Cisarua, Bogor

MENKOP UKM optimistis, jika dikelola dengan baik, ka­wasan yang menjadi tempat ”kongkow” musisi jazz Idang Rasjidi itu, akan mulai berubah menjadi kegiatan kebudayaan dan kesenian masyarakat.

Menurut Teten, wilayah ter­sebut dekat dengan Jakarta dan diharapkan akan men­jadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan mem­berdayakan produk unggulan UMKM setempat. ”Kang Idang mengajak saya kesini pasti punya ide. 17 tahun sebelum­nya tempat sampah.

Jika dilihat ini dekat Jakarta. Kami akan buka semacam kegiatan kebudayaan, pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” tegas Menkop UKM Teten Masduki usai melihat kawasan konservasi Rungkun Awi di desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor.

Teten menjelaskan, jika di­kelola dan digarap dengan baik, maka Rungkun Awi akan memiliki nilai ekonomi yang luar biasa. Pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat disekitar lokasi, untuk menghargai potensi, daerah dan alamnya. Karena hal itu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian bagi masyarakat setempat.

”Misalnya di hari Sabtu dan minggu kami akan buka pasar rakyat. Di mana para petani bisa menjual hasil bumi, ma­kanan. Ini bakal menarik. Saya optimistis. Asal digarap dengan baik,” katanya.

Teten juga mengaku kagum, dengan hutan bambu ala­miah Rungkun Awi, yang bisa juga dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Kemenkop UKM menurutnya, akan me­rumuskan langkah pemerin­tah untuk bisa bersinergi, agar sektor UMKM bisa tumbuh di kawasan tersebut

”Kita sudah jarang sekali lihat bambu yang masih ala­miah dan lengkap seperti ini. Di suatu daerah perlu ada pusat ekonominya. Ini akan menjadi titik-titik tumbuh ekonomi masyarakat. Embrio baru. Kami akan segera me­rumuskah langkah dari Ke­menKopUKM,” tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mendorong tumbuhnya entrepreuneurship masyara­kat, melalui sektor-sektor yang selama ini tidak dilirik, yaitu memanfaatkan alam untuk menggerakkan ekonomi kera­kyatan. Teten mencontohkan, disejumlah negara, banyak dikembangkan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi masy­arakat.

”Yang penting kita harus tumbuhkan entrepreneurship masyarakat. Kalau tadinya dengan modal besar, dengan usaha di kota. Kita tunjukkan bisa mulai usaha dikampung­nya sendiri. Apa adanya. Ja­dikan bisa memiliiki nilai ekonomi. Disitulah penting­nya pemberdayaan, ditengah kekuatan ekonomi masyara­kat itu sendiri,” kata Teten.

Sementara itu, musisi jazz yang juga Inisiator Rungkun Awi, Idang Rasjidi mengaku, sangat bangga dan senang dengan kehadiran MenKo­pUKM di kawasan Rungkun Awi. Karena menurutnya, negara hadir di wilayah yang selama ini dilupakan masy­arakat.

”Dengan hadirnya Menkop UKM, maka negara hadir di­tempat yang sebelumnya dilupakan. Saya dorong terus untuk memanfaatkan alam sebagai pusat kegiatan kese­nian, kebudayaan dan UMKM masyarakat,” kata Idang.

Idang menjelaskan, hadirnya MenkopUKM Teten Masduki akan menjadi ”magnet” ha­dirnya banyak pihak untuk bersinergi menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Menurut Idang, diri­nya ingin mewujudkan impian dan cita-cita anak bangsa.

”Ini akan membuat gairah. Kita tidak sendirian. Masa depan anak-anak mulai keli­hatan. Kita buat cita cita anak anak terwujud,” tambahnya. Idang juga mengaku, tengah membuat produk UMKM, yaitu alat musik Ronteng, yang terbuat dari bamboo yang berasal dari kawasan setem­pat. Alat musik ini seperti angklung pukul, dikhususkan dengan pelod dan slendro, yang telah memiliki paten Indonesia. (jp/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *