Insentif Nakes Belum Turun, Dewan Bakal Surati Pemerintah Pusat

by -

METROPOLITAN.id – Dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang dijanjikan Menteri Kesehatan (Menkes) hingga saat ini belum turun ke Kota Bogor. Hal itu pun mengundang reaksi DPRD Kota Bogor yang berencana menyurati pemerintah pusat jika insentif selama enam bulan tersebut belum juga turun.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri. Dengan lantang ia meminta pemerintah pusat untuk segera mencairkan dana insentif nakes di Kota Bogor. Sebab, para nakes yang sudah berjuang melawan Covid-19 selama enam bulan lamanya, sudah sewajarnya menanti insentif.

“Ini kan harusnya menjadi apresiasi kepada para tenaga medis. Jadi sudah sebaiknya dicairkan secepatnya. Terlebih saat ini Kota Bogor kembali melonjak penambahan pasien Covid-19,” katanya.

Baca Juga  Kapan Imigran Puncak Ditertibkan?
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri

Selain itu, di bulan Hari Kemerdekaan ini, seharusnya pemerintah pusat bisa mencairkan dana insentif lebih cepat kepada para nakes, yang notabene saat ini menjadi pahlawan dalam melawan pandemi.

Jika dalam waktu dekat ini dana tersebut tidak dicairkan, pria yang akrab disapa ASB ini mengaku akan menyurati Kemenkes dan memanggil Dinkes untuk mencari jalan keluarnya.

“Mereka ini pahlawan ditengah pandemi, harusnya momen kemerdekaan bisa dijadikan ajang pemberian insentif, tapi kok kelihatannya pemerintah pusat malah tidak memperhatikan. Kami dari DPRD Kota Bogor akan menyurati ini,” tandas politisi PPP itu.

Sebelumnya, dana insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang dijanjikan Menteri Kesehatan (Menkes) hingga saat ini belum turun ke Kota Bogor. Berdasarkan laporan dari Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Ilham Chaidir, pihaknya masih menunggu pencairan yang sudah dijanjikan sejak Maret, namun belum juga turun.

Baca Juga  650 PKL Dipindah ke Pasar Merdeka

“Saat ini baru memasuki tahap akhir ya, kemarin hasil rapat bagian keuangan bersama Dinkes masih ada beberapa yang harus dilengkapi,” kata Ilham.

Nakes yang berjibaku dengan Covid-19 di RSUD Kota Bogor sendiri terbilang cukup banyak, kurang lebih 120 orang. Jika ditambah dengan tenaga penunjang seperti OB, supir ambulance dan lainnya, bisa mencapai 300 orang. Semuanya diklaim sudah terlatih dalam menangani Covid-19.

Ditanya jumlah dana insentif yang akan diterima RSUD Kota Bogor selama enam bulan menangani Covid-19, ia mengaku belum bisa membeberkan karena masih dalam perhitungan.

“Belum tahu kita dapatnya berapa, yang pasti dihitung sejak Maret saja,” kata Ilham.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, Pembagian insentif dibagi menjadi empat kategori. Diantaranya adalah Dokter Spesialis Rp15 juta, Dokter Umum dan Gigi Rp10 juta, Bidan dan Perawat Rp7,5 juta dan Tenaga Medis Lainnya Rp5 juta. (dil/a/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *