Jatah 13.100 Penerima PKH Diisi Warga Miskin Baru

by -

Setiap tahun ada saja warga miskin baru yang masuk daftar Program Keluarga Harapan (PKH). Ini menyusul adanya target Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melepas program bansos dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk diisi warga miskin baru lainnya.

DIRJEN Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Republik Indonesia, Pepen Nazaruddin, mengatakan, setiap Program Keluarga Ha­rapan (PKH) harus mampu membuat KPM lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah. Istilahnya graduasi.

Untuk itu, Pepen mengin­struksikan Sumber Daya Manusia (SDM) harus mem­punyai strategi dalam melaks­anakan tugas agar target graduasi bisa terlaksana. ”SDM PKH tidak hanya melaksanakan kegiatan ru­tin, tapi juga harus memas­tikan KPM menerima ban­tuan dan melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Dengan mengetahui dan mengenal lingkungan KPM, Pepen berharap proses gra­duasi bisa dilakukan dengan cepat. ”SDM PKH harus ber­orientasi pada output yaitu graduasi. Saya minta SDM PKH Kabupaten Bogor be­kerja keras dan bersinergi dengan dinsos untuk mem­perbanyak graduasi,” tegasnya.

Berdasarkan data yang ada, sebanyak 131 ribu keluarga di Kabupaten Bogor masuk daftar penerima program PKH. ”Minimal 10 persen dari data ini bisa digraduasikan tahun ini. Minimal ya, saya yakin bisalah,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Di­nas Sosial Kabupaten Bogor, Yanti Gunayanti, menjelaskan, PKH sangat membantu program Pemkab Bogor dalam mengen­taskan kemiskinan. Oleh ka­rena itu, peningkatan jumlah graduasi harus terus didorong agar warga miskin lainnya bisa mendapatkan giliran mene­rima bantuan PKH.”Kami ber­sama SDM PKH Kabupaten Bogor akan berusaha keras agar banyak KPM PKH yang tergraduasi. Sehingga jatah yang mereka tinggalkan dapat diisi warga miskin lainnya,” jelas Yanti.

Yanti menambahkan, salah satu indikator keberhasilan kerja pemerintah daerah ada­lah jika dapat menekan ang­ka kemiskinan. Hingga Juli 2020 angka kemiskinan di Bumi Tegar Beriman menca­pai angka 9,6 persen.

Sebelumnya, angka kemisk­inan di Kabupaten Bogor mencapai 6,6 persen. ”Me­ningkatnya angka kemiskinan itu tak terlepas dari dampak pandemi Covid-19,” lanjut­nya.

Dengan sinergitas, ia ber­harap pihaknya bersama Kemensos bisa meningkat­kan angka graduasi tahun ini. ”Kita tentu akan beru­saha menggraduasikan pe­nerima PKH semaksimal mungkin,” tutupnya. (ogi/c/ feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *