Jualan Sepi Malah Dipaksa Pergi Satpol PP

by -

METROPOLITAN – “Jualan sepi malah dipaksa pergi,” keluh Narto (45) saat melihat warung kelontongannya dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, kemarin. Warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, itu hanya bisa pasrah melihat tempatnya mencari nafkah menjadi satu di antara 300 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terkena dampak giat Operasi Tertib Trotoar (OTT).

Narto sendiri berjualan di Jalan Alternatif Sen­tul, Kecamatan Babakanmadang. Ia sudah bertahun-tahun menggantungkan hidupnya melalui usaha tersebut. Kini, warung sederhana berukuran 3×3 meter persegi yang terbuat dari bambu dan kayu itu hanya menyisakan kenangan. ­

Saat ditemui Metropolitan, Narto terlihat sibuk merapikan sejumlah barang dagangannya yang kiranya masih bisa dise­lamatkan. Barang dagangan­nya masih berceceran di badan jalan dan trotoar, imbas pe­nertiban. ”Cuma ini kerjaan saya satu-satunya. Tolong jangan dibawa, Pak,” ucapnya seraya mengiba.

Pria yang baru dikaruniai satu anak itu pun mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa pasrah sambil me­mikirkan sejumlah cara ba­gaimana nasib diri dan kelu­arganya nanti usai ditertibkan di tengah pandemi Covid-19. “Yang pusing itu setelah pe­nertiban ini. Mau ke mana lagi saya?” imbuhnya.

Narto pun tak menampik tempat mencari nafkahnya ini sudah dua kali ditertibkan Satpol PP. Namun, ia bingung mesti ke mana dan berbuat apa untuk menghidupi kelu­arganya selain berjualan di warung kelontong. “Mau cari usaha lagi, apa? Walaupun pendapatan warung kelontong ini tidak banyak, tapi itu sudah cukup bagi saya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bisa membuka mata soal ini. Seyogyanya ketika pemerintah melakukan pe­nertiban, seharusnya pemerin­tah juga menyiapkan solusi jitu bagi masyarakat kecil se­pertinya. Apalagi kondisi saat ini dalam keadaan pandemi virus corona.

”Ingin saya mah tidak ba­nyak. Minimal saat ditertibkan seperti ini ada solusi dari pe­merintah. Minimal kita dise­diakan tempat baru. Kami di sini dilarang berjualan tapi kami juga tidak disediakan tempat di mana sebenarnya kami boleh berjualan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Asep Agus Ridhallah menga­ku penertiban ini dilakukan sesuai arahan Pemkab Bogor yang ingin mengembalikan fungsi trotoar, bahu jalan dan jalur lambat yang ada di sana. ”Penertiban ini akan kami gencarkan mulai hari ini (ke­marin, red). Rencananya pe­nertiban ini akan menyasar sepanjang Jalan Raya Alterna­tif Sentul dan Bogor-Jakarta,” kata pria yang akrab disapa Agus Ridho itu.

Penertiban tersebut tidak serta-merta menggusur para PKL. Menurutnya, ada juga dari mereka yang hanya seba­tas diberi imbauan. ”Yang kita tertibkan hanya banglinya (bangunan liar, red) saja. Se­bagian kita berikan pemahaman untuk membereskan barang dagangannya dan sebagian kita berikan waktu selama se­pekan ke depan,” ucapnya.

Secara umum, pihaknya tidak pernah melarang para peda­gang untuk berjualan. Namun menyarankan agar para pe­dagang berjualan di tempat yang semestinya. ”Kita tidak melarang. Hanya saja silakan berjualan di tempat lain yang tidak melanggar. Kita ingin jalan ini rapi, makanya kita lakukan penertiban,” imbuh­nya.

“Total kurang lebih dari ke­giatan tadi ada 50 PKL dan 50 bangli yang kami tertibkan,” ungkapnya. “Target dari OTT ini adalah wilayah Cibinong Raya. Namun khusus hari ini (kemarin, red), baru dilakukan di jalur Alternatif Sentul,” sam­bungya.

Ia menjelaskan target sela­njutnya adalah Jalan Pakan­sari, Jalan Raya Bogor, Jalan Tegar Beriman sampai perba­tasan Depok, Kota Bogor dan Citeureup. ”Jadi ini akan kami lakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,” bebernya.

Untuk terus memantau per­kembangan OTT ini, Agus mengaku membentuk tim Pol PP Humanis, yang terdiri dari 32 anggota Satpol PP wa­nita. ”Jadi nanti Pol PP Huma­nis ini akan melakukan pa­troli setiap hari dan membe­rikan imbauan. Kalau ada yang membandel, akan kami sikat,” tegas Agus Ridho.

Di tempat yang sama, Ke­pala Bidang (Kabid) Penertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor Ruslan men­gatakan, selama ini pihaknya sudah berhasil menertibkan 300 PKL yang menghiasi badan jalan dan trotoar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membuat surat eda­ran kepada setiap unit Satpol PP di setiap kecamatan untuk terus menggalakkan OTT ke­pada para PKL. ”Jadi operasi ini kita lakukan serentak di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Kita juga akan surati setiap unit di ke­camatan untuk melakukan kegiatan serupa,” kata Ruslan.

Meski begitu, fokus terdekat pihaknya ada pada Jalan Raya Bogor-Jakarta hingga Jalan Raya Alternatif Sentul. ”Jadi nanti sistemnya itu unit wilayah fokus OTT di wilayah, kami fokus di Jalan Raya Bogor-Ja­karta,” pungkasnya. (ogi/dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *