Kampung Arab bakal Ditertibkan

by -

METROPOLITAN – Pener­tiban kawasan imigran, kawin kontrak dan izin usaha di Puncak segera dilakukan Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Bupati Bogor, Ade Mu­nawaroh Yasin, mengatakan, pihaknya pada Selasa (11/8) menggelar rapat dengan dinas terkait untuk membahas ke­beradaan Kampung Arab. ”Kita punya tim terpadu ya yang kita bikin sebelum Co­vid-19 untuk menelusuri ka­win kontrak. Sekarang harus jalan lagi,” ujarnya.

Selain itu, sambung Ade Yasin, langkah tegas dilakukan lantaran banyaknya laporan tentang imigran yang diang­gap mengganggu ketenteraman warga lokal di Puncak. Pun dengan bangunan tak berizin atau menyalahgunakan izin wajib ditindak.

“Lalu, penertiban bangunan yang tidak berizin sekaligus tempat usaha yang dimiliki orang luar katanya begitu yang mengatasnamakan orang ka­bupaten. Ini lagi kita cek dan inventarisasi lalu kita tertib­kan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Ci­sarua, Deni Humaedi, mene­gaskan, masalah kawin kon­trak ini tidak melibatkan warga Puncak. Kantor Urusan Agama (KUA) Cisarua mela­rang keras praktik yang tidak sesuai ajaran agama tersebut.

“Kalau kawin kontrak itu bukan wanita sini, dari luar wilayah kita. Itu pasti di bawah tangan, karena KUA kita tidak mengizinkan pernikahan se­perti itu, apalagi tidak ada identitas. Kasihan nanti jika ada anak akan sulit mengurus identitasnya karena nggak ada buku nikah,” kata Deni.

Hal senada disampaikan staf Desa Tugu Utara, Doni Adi. Ia menyebutkan, imigran yang tinggal di wilayahnya berasal dari negara konflik yang ing­in mencari suaka. Desa Tugu Utara dan Selatan di Kecama­tan Cisarua selama ini dikenal sebagai Kampung Arab lan­taran banyak imigran dan toko dengan label bahasa Arab guna menarik wisatawan.

Doni menyebutkan, imigran yang datang biasanya sudah membawa istri ketika tinggal sementara di Desa Tugu Ut­ara. “Nggak nikah di sini, ng­gak tahu nikah di mana. Terus bawa keluarga tinggal di sini. Kita juga nggak akan pernah izinkan tentang kawin kontrak,” kata Adi.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Sus­manto, mengatakan, dewan siap mengambil berbagai langkah proaktif untuk mel­indungi masyarakat, khusus­nya Puncak. Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, me­nyebutkan sudah ada ren­cana untuk menindak per­masalahan yang menjadi sorotan itu. (re/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *