Kasus Disetop, Mahasiswi IPB Tuntut Praperadilan

by -

METROPOLITAN – Kepo­lisan Polresta Bogor Kota mengeluarkan SP3 terhadap kasus penipuan berkedok investasi bisnis dengan ter­sangka Ria Astria. Pengelua­ran SP3 sendiri dilakukan karena tersangka tidak cukup bukti dalam kasus penipuan berkedok investasi bisnis. Pengeluaran SP3 dilakukan pada 23 Juli 2020 oleh penyi­dik Polresta Bogor Kota.

Sementara itu, pelapor kasus penipuan berkedok investasi bisnis yang juga mahasiswi dari Sekolah Bisnis Pasca Sar­jana Institut Pertanian Bogor (IPB) S2, Ria Rusty Yulita, mengaku kecewa dengan di­keluarkannya SP 3 dengan tersangka, Ria Astria.

“Tentunya kecewa karena saya yakin ini adalah tindak pidana, dengan semua bukti-bukti yang jelas. Jadi, saya dan kuasa hukum saya mengam­bil langkah hukum untuk praperadilan,” ujarnya.

Dari semua bukti yang ada, tambah dia, setidaknya ada lima poin krusial penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis itu. “Pertama soal bisnis di perusahaan yang dijanjikan pelaku tidak ada, pelaku mengakui perbuatan penipuan, ada korban lain yang dijerat pelaku dengan Rp30 juta,” ungkapnya.

Saksi ahli auditor sudah me­nyatakan angka kerugian, ditambah ahli hukum pidana menyatakan bahwa telah ter­bukti dan terjadi tindak pi­dana yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Kasus ini sangat aneh. Saya mengajukan pidana, tapi dia­rahkan kejaksaan menjadi perdata. Sehingga setelah 20 bulan dan berproses hingga ditetapkan tersangka, kasusnya malah dihentikan,” ujarnya. Keanehan lainnya, lanjut Ria, ketika berkas pertama kali masuk ke Kejari Kota Bogor dan menemui tim penyidik, kemudian pihak Kejari me­nyatakan bahwa kasus ini murni pidana penipuan. Se­telah itu berkas dikembalikan menjadi P19 dengan alasan tidak cukup alat bukti. Lalu tiba-tiba tim penyidik Kejari memberikan pernyataan bahwa kasus berubah menjadi per­data dan menyatakan SP3.

“Jadi, proyek yang dikatakan dan dijanjikan pelaku itu tidak ada. Ini benar-benar peni­puan, usahanya tidak ada dan proyeknya juga tidak ada,” katanya.

Hal itu pun, tambah dia, sudah dinyatakan perusa­haan tempat tersangka be­kerja. “Saya minta ditegakkan keadilan karena kasus yang menimpa saya betul-betul penipuan murni. Seharusnya kasus ini diproses lanjut hingga pengadilan,” pungkas­nya. (cek/ps/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *