Komjen Listyo: Polri Harus Dengar Masyarakat Dalam Kasus Djoko Chandra

by -936 views

METROPOLITAN.id – Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri harus mendengar masukan dari masyarakat dalam mengungkap kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Chandra.

Seperti diketahui, kasus ini melibatkan dua jenderal di Bareskrim sekaligus, yakni Irjen Napoleon Bona Parte dan BJP Prasetyo.

Hingga seharian kemarin, Listyo tak pernah beranjak dari ruang kerjanya di Bareskrim Mabes Polri. Dengan sabar, ia melayani konfirmasi sejumlah jurnalis terkait kasus buron cessie (hak tagih) Bank Bali itu.

Dalam suatu kesempatan bincang-bincang di ruangan kerjanya di Gedung Bareskrim Mabes Polri itu jadi kenyataan.

Mengenakan setelan kemeja putih, alumni Akademi Kepolisian 1991 itu serius menanggapi obrolan soal kasus Djoko Chandra. Menurut mantan Kapolda Banten itu, sangat serius mengungkap skandal gratifikasi tersebut.

Listyo mengungkapkan, penting menunjukkan ke publik bahwa marwah hukum masih ada dan harus ditegakkan di Indonesia.

Dalam penegakan hukum, Polri harus peka dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat.

Baca Juga  Kapolri Larang Demo di Papua

“Ini juga menjadi hal penting, sehingga rasa keadilan masyarakat tidak terkoyak,” ungkap Listyo.

Menurutnya, penegakan hukum terkadang dirasakan kurang adil dan masih banyak hal yang harus diperbaiki.

“Marwah institusi harus terus menerus kita perbaiki dan kita jaga. Polri juga harus mampu mengawal dan selalu berada di depan dalam menyuksekan program-program pemerintah. Apalagi, dalam situasi saat ini, pemerintah sedang bekerja keras untuk menangani dampak covid dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

“Banyak yang harus dikerjakan dan itu semua butuh dukungan dan kepercayaan publik,” sambung Listyo.

Ia lantas bertutur seputar paradigma baru Polri. Saat ini, Polri harus benar-benar menginternalisasi dan mengejawantahkan nilai-nilai Tri Brata dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kepolisian.

Sebab, masyarakat saat ini sudah sangat kritis. Polri sendiri sudah menjadi lembaga publik yang sangat terbuka.

Baca Juga  Perusuh Pemilu 2019 Bisa Didor

“Gampang dilihat orang, oleh karena itu, transparansi dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas menjadi penting untuk menjaga kepecayaan publik,” pesannya.

Saat ini, semua sudah serba-terbuka. Informasi apapun akan cepat sampai ke masyarakat dan itu tidak bisa dihindari.

Artinya, jika Polri tidak sungguh-sungguh, maka masyarakat akan mudah menilai. Karena tidak ada yang bisa ditutupi di era kemajuan tekhnologi informasi saat inim

“Karenanya Polri harus mau menjadi pendengar yang baik dan menjadi pelayan masyarakat. Dengan mau mendengar, Polri pasti akan mudah menyerap masukan-masukan dari masyarakat, sehingga kita bisa mengetahui apa yg diharapkan masyarakat dari Polri,” tutur Listyo.

Polri harus terus membangun komunikasi dengan eksternal secara baik dan terorganisir. Listyo lantas menceritakan kisahnya saat menjabat Kapolda Banten pada Agustus 2016 – Desember 2019.

Dia mengaku selalu membuka diri untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Hampir setiap hari disempatkannya selalu membuka ruang komunikasi dan silaturahim, baik di kantor maupun di rumah dinas.

Baca Juga  Polri Dan Bni Cepat Tangkap Penyiram Novel

Bahkan, Listyo yang berkunjung ke masyarakat langsung. Apalagi, Banten adalah kota 1000 pesantren sejuta santri.

“Oleh karena itu, perlu untuk terus membangun silaturahim. Utamanya dengan para tokoh ulama, tokoh masyarakat adat dan tokoh-tokoh muda serta stakeholder lainnya,” katanya.

Membangun silaturahim semacam ini diakuinya sudah ditanamkan sejak ia menjabat Kapolres Pati dan Surakarta. Hubungan dan soliditas antar instansi pemerintah baik TNI, Pemda dan Institusi APH dan stake holder yang lain juga harus terus menerus dibangun agar semakin solid dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Listyo sangat bersyukur, selama menjadi Kapolda Banten, senantiasa diberi kemudahan dalam mengambil keputusan.

“Saat mengambil keputusan, kadang kita perlu memahami kearifan lokal. Sehingga, kita paham betul apa yang dirasakan dan diharapkan masyarakat dari Polri,” pungkasnya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *