Kompepar Minta Imigran Puncak Dipindah

by -

METROPOLITAN – Setiap tahunnya data imigran Puncak terus bertambah. Penolakan hingga gesekan dengan masyarakat pernah terjadi, namun mereka tetap bertahan.

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Pun­cak, M. Teguh atau Bowie, mengatakan, kawasan wisata Puncak sebagai destinasi wi­sata nasional harus terdampak dengan ditempatkannya pen­cari suaka ini di Puncak. Se­perti kehadiran para turis untuk berwisata.

”Kalau turis Arab dia datang ke Puncak membuang pulu­han hingga ratusan juta. Tapi, imigran kan hidupnya diba­tasi. Dia nggak bakal belanja banyak, itu pun yang dibeli sesuai kebutuhan sehari-hari,” ujar Bowie kepada war­tawan.

Untuk itu, ia meminta para imigran dipindahkan tidak lagi di kawasan Puncak. Pun­cak sebagai tujuan wisata bukan tempat penampungan pencari suaka. ”Puncak harus steril dari Imigran, harusnya dipindah ke tempat lain yang wilayahnya tidak banyak pen­duduk,” ungkapnya.

Data kantor Imigrasi Kelas A Bogor mencatat jumlah pencari suaka ini terus ber­tambah. Pada 2018 terdata 1.672 orang lalu melonjak pada 2020 menjadi 2.245 orang yang sebagian besar dari Af­ganistan, Irak dan Pakistan.

Sebelumnya, Ombudsman RI menemukan sejumlah po­tensi maladministrasi pada penataan kawasan Kampung Arab di Puncak, Cisarua, Ka­bupaten Bogor, yakni tindakan pembiaran dan pengabaian kewajiban hukum. Hal ini berdasarkan investigasi atas prakarsa sendiri oleh Ombuds­man yang menghasilkan te­muan, di antaranya tidak adanya data mengenai jumlah imigran, pekerjaan informal yang dilakukan Warga Ne­gara Asing (WNA), status ke­pemilikan aset tanah, izin mendirikan bangunan dan tempat usaha yang tidak se­suai serta status dan admi­nistrasi anak hasil perkawinan campuran. (ash/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *