Kota Bogor Terapkan Jam Malam, Polisi Bakal Tindak Restoran dan Kafe Bandel

by -

METROPOLITAN.id – Menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Jawa Barat yang masuk kategori zona merah Covid-19, Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas, plus penerapan jam malam untuk menekan pegerakan warga dan potensi penularan Covid-19

Tak hanya itu, operasional berbagai tempat usaha, mulai dari mal, pusat perbelanjaan, rumah makan, restoran hingga kafe pun dbatasi oleh Pemkot Bogor hanya sampai pukul 18:00 WIB. Jika ada yang membandel, tak akan segan-segan untuk ditindak.

Jam malam mulai pukul 21:00 WIB pun diberlakukan. Artinya, tak boleh ada aktivitas kerumunan warga diatas jam tersebut. Menyikapi kebijakan itu, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Bogor Kota, Kompol Prasetyo mengatakan pihaknya akan masif berpatroli mulai pukul 9 malam.

“Patroli gabungan setiap harinya akan dilakukan secara masif dua mimggu ke depan baik pagi siang dan malam harim yang jelaa di atas pukul 21:00 WIB, selalu rutin melakukan apel di Balai Kota Bogor untuk patroli gabungan,” katanya kepada Metropolitan.id, Jumat (28/8).

Baca Juga  Cek Lokasi Longsor, Iwan Suryawan Minta segera Ditangani

Memang, sambung dia, pemberlakuan jam malam hanya diterapkan di wilayah-wilayah zona merah Kota Bogor saja. Nantinya, polisi akan melakukan pengawasan agar tidak ada kerumunan massa di zona tersebut.

“Kita akan menguatkan pada zona merah tersebut. Di zona merah itu, pada saat jam malam yakni mulai jam 21:00 WIB. Seperti kata pak wali, tidak boleh ada kegiatan dan kerumunan masyrakat. Kita akan lakukan penindakan dan imbauan untuk mereka membubarkan diri,” terangnya.

Selain membubarkan kerumunan warga, petugas juga akan memberikam imbauan kepada tempat makan, restoran, kafe hingga pertokoan untuk tidak beroperasi di atas jam 9 malam. Imbauan dan sosialisasi juga akan terus dilakukan kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Minta Anggaran ke Kang Emil Rp52 M, Kota Bogor Ngarep Pelebaran Jembatan Otista Terlaksana Tahun Depan

“Untuk patroli malam, Polresta Bogor Kota akan menurunkan 60 personil berikut dengan jajaran-jajaran Polsek lainnya yang melaksanakn kegiatan piket untuk quick respon-nya,” ujar mantan Kapolsek Cibinong itu.

JUMPA PERS : Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forkopimda menyampaikan situasi Kota Bogor setelah ditetapkan sebagai Zona Merah Covid-19 oleh pemerintah pusat.

Sebelumnya, Kota Bogor baru saja ditetapkan sebagai satu-satunya wilayah di Jawa Barat yang dikategorikan zona merah Covid-19 oleh pemerintah pusat. Dimana kasus positif Covid-19 di Kota Hujan kini menembus 540 orang Alhasil, Pemeritah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas, untuk menekan kegiatan warga di tingkat RW. Selain itu, pemkot juga bakal menetapkan jam malam. Artinya tidak boleh lagi ada kegiatan yang mengundang kerumunan setelah jam 9 malam.

Bersama Forkopimda pun bersepakat untuk membatasi jam operasional semua kegiatan di Kota Bogor. Segala kegiatan di mal, restoran, kafe hingga rumah makan diminta untuk tidak buka setelah jam enam sore.

Baca Juga  Habib Rizieq Disebut Kabur, RS Ummi Bilang Begini

“Jadi buka bisa dimajukan ke jam 08:00 WIB. Sekarang kan aturannya jam 09:00 WIB. tetapi selesai jam 6 sore. Serta diberlakujan jam malam. Diatas jam 21:00 WIB idak ada lagi aktivitas di Kota Bogor. Berkerumun, Berjualan, berdagang dan sebagainya.

Juga menutup fasilitas publik milik pemerintah, taman dan fasilitas publik lainnya dan dipastikan tidak digunakn warga,” tandas Wali Kota Bogor, Bima Arya. (cr3/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *