Kusembunyikan Masa laluku dari Suami (2)

by -

TIADA hari tanpa dia menelepon aku, entah itu hanya untuk menyakan kabar atau ada hal lain (padahal di sekolah kami sel­alu bertemu karena kelasnya bersebelahan dengan kelasku). Atas bantuan salah seorang temanku, kami akhirnya jadian. Tidak ada yang berubah meskipun kami sudah ber­pacaran, semuanya masih sama seperti saat kami masih berteman.

Hubunganku dengan Wirya berjalan tan­pa ada hambatan, bahkan kedua orang tuanya juga tahu kalau kami berdua sedang berpacaran meskipun saat itu kami masih berstatus pelajar SMP. Aku dan kedua orang tua Wirya juga sangat dekat. Mereka sudah menganggapku seperti anak perempuan mereka karena kebetulan Wirya adalah anak satu satunya di keluarganya. Entah aku tidak ingat berapa lama kami berpacaran. Tahu-tahu kami putus begitu saja. Namun hal itu tidak pernah menghambat hubungan per­temananku dengan Wirya.

Kami menjadi sahabat, bahkan bisa dibi­lang lebih dekat daripada sebelum kami berpacaran. Cerita apapun selalu aku bagi dengannya, baik suka maupun duka.

Setelah putus dari Wirya hingga mema­suki kelas 2 SMA, aku sama sekali tidak pernah memiliki pacar. Hingga di perteng­ahan kelas 2 SMA aku berkenalan dengan adik kelasku, sebut saja namanya Dedy. Kami dipertemukan dalam sebuah acara organisasi. Dan melalui bantuan teman sekelasnya, akhirnya akupun jadian dengan Dedy. Dia mulai rajin mengantarkan aku pulang setiap usai sekolah. Dia juga sering ngapel di malam minggu. Sebenarnya pada saat itu, teman-teman dekatku tidak ada yang setuju aku pacaran dengan Dedy, ba­hkan termasuk Wirya. Tapi aku abaikan semuanya karena aku terlanjur sayang dengan Dedy. Setelah 2 atau 3 bulan jadian (aku lupa tepatnya berapa bulan), Dedy tiba tiba meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas.

(Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *