Lomba Agustusan ditengah Pandemi, Boleh Nggak?

by -

Metropolitan – Momen Hari Kemerdekaan RI akan segera tiba. Namun situasi dipastikan berbeda karena masih ditengah pandemi Covid-19 plus penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor. Lalu bagaimana kegiatan lomba Agustusan yang biasa dimeriahkan warga menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus di tengah pandemi?

Alhasil, sepekan jelang momen tersebut, banyak pertanyaan dari boleh tidaknya memeriahkan hari kemerdekaan 17 Agustus dalam situasi ini. Apalagi, belum ada aturan resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait hal itu.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor, dalam rangka memperingati HUT RI ke-75 tahun 2020 ditengah pandemi agar dilaksanakan secara sederhana, karena Bangsa Indonesia saat ini masih dalam suasana penuh keprihatinan,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, yang juga Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Minggu (9/8).

Baca Juga  Ini Tiga Besar Calon Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi Mundur di Detik-Detik Terakhir

Pihaknya beralasan, kondisi saat ini yang dianggap belum aman untuk masyarakat, sehingga perlu menghindari kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan massa dalam jumlah besar. Perlombaan-perlombaan yang biasanya mewarnai perayaan HUT RI tiap tahunnya, dianggap belum terlalu prioritas untuk dilaksanakan karena meningkatkan resiko kesehatan warga dan penularan Covid-19.

“Kita semua sehingga perlu dihindari kegiatan yg mengundang kerumunan masa dalam jumlah besar. Lomba-lomba yang biasanya mewarnai HUT RI belum terlalu prioritas untuk dilaksanakan saat ini karena dapat menimbulkan resiko kesehatan warga,” tegas Dedie.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri mengingatkan Pemkot Bogor agar jangan lalai dalam menghadapi momen Hari Kemerdekaan. Ia menegaskan, perlu ada regulasi yang pasti, untuk mengatur protokol kesehatan bagi warga yang akan melaksanakan kegiatan peringatan.

Baca Juga  Cgm 2017 Tetap Gelar Seni

“Pemkot perlu mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke aparatur dibawah seperti kecamatan dan kelurahan, lalu libatkan RT/RW untuk mensosialisasikan, jangan sampai momen HUT RI ini dianggap sepele, karena bisa berdampak buat kesehatan masyarakat banyak,” katanya.

Menurutnya, jika diabaikan dan tanpa ditunjang dengan regulasi, maka masyarakat bisa kebablasan karena momen kemerdekaan menjadi momen terpenting bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua bisa mengadakan berbagai kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan banyak dimana-mana.

“Jangan sampai HUT RI ini jadi malah berbalik jadi duka, sebab dengan banyaknya kerumunan bisa menyebabkan timbulnya cluster-cluster baru,” pungkas Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (dil/a/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.