Masih Ada Tawuran Siswa di Bogor Berujung Maut, KPAI : Pengawasan Ortu Rendah

by -

METROPOLITAN.id – Tewasnya dua pelajar SMK di Kota Bogor akibat aksi tawuran beberapa waktu lalu, mendapat perhatian dari Komisi Perlindugan Anak Indonesia (KPAI). Peran orangtua dan warga menjadi penting disebut penting untuk mencegah kasus tawuran yang berpotensi merenggut nyawa pelajar itu.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan aksi tawuran yang terjadi karena lemahnya pengawasan dari orangtua. Apalagi ditengah pandemi Covid-19, pelajar ‘dipaksa’ belajar di rumah. Nyatanya, banyak siswa malah seringkali kumpul-kumpul tidak jelas.

“Ini sebenarnya tanggung jawab orangtua di rumah. Karena pandemi ini pasti mereka belajar dari rumah, masa mereka bisa kumpul-kumpul,” katanya saat melakukan peninjauan di SMPN 7 Kota Bogor, Rabu (12/8).

Selain orangtua, sambung dia, warga seharusnya berperan dengan segera melapor ke polisi bila melihat sekumpulan anak-anak yang mencurigakan. “Pasti kan mereka membawa senjata tajam. Nah harusnya warga curiga dan segera melapor ke polisi,” ujarnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk menindaklanjuti kasus ini, mengingat para pelaku juga masih di bawah umur. “Yang pasti kami minta pengawasan orangtua untuk lebih ditingkatkan,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasus tawuran pelajar di Kota Bogor kembali memakan korban. Seorang pelajar SMK Tekindo Bogor, MFH (17) tewas setelah dibacok dalam tawuran tersebut.

  • Peristiwa tawuran terjadi di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Minggu (2/8) pukul 01:30 WIB. Dimana Kelompok siswa SMK Tekindo Bogor janjian dengan kelompok siswa SMKN 4 Bogor untuk melakukan aksi tawuran. (cr3/a/ryn) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *