Masjid di Bogor Fasilitasi Wifi Gratis Buat Pelajar

by -

METROPOLITAN.id – Sistem pembelajaran daring membuat sejumlah siswa di Kota Bogor kesulitan. Diantaranya banyak orang tua siswa tak mampu membeli paket kuota internet.

Seperti yang dirasakan siswa MTS Darul Ma’wa, Muhammad Faturrahman (13), yang kesulitan membeli kuota internet. Sebab, orangtuanya sudah menganggur dan tak memiliki penghasilan tetap.

“Bapak sudah nggak kerja, dipecat sudah lama sebelum pandemi Covid-19. Ibu juga gak kerja,” katanya kepada Metropolitan.id, Kamis (13/8).

Agar bisa tetap belajar daring, orangtua harus membeli paket internet sekitar Rp100 ribu sebulan. Angka itu dianggap cukup memberatkan. “Kalau belajar di rumah boros kuota, kasian orangtua. Ini juga saya pakai hape ibu saya untuk belajar,” ungkapnya.

Baca Juga  Ubah Visi-Misi, TKN Jokowi-Ma'ruf: Prabowo-sandi Contek Jokowi-Ma'ruf

Beruntung, DKM Masjid Al Muhajirin, di RT 02/06, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur menyediakan Wifi gratis untuk siswa yang ingin belajar daring. Masjid tersebut tak jauh dari lokasi rumahnya.

“Saya tahu dari tetangga, makanya langsung ke sini. Sudah tiga kali belajar di sini,” ucapnya.

Ia merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas Wifi gratis ini. Tak hanya Fatur, sekitar enam pelajar lainnya dari berbagai sekolah juga ikut memanfaatkan Wifi gratis.

Pengurus DKM Al Muhajirin, AB Hermawan mengatakan ide penyediaan Wifi gratis ini datang dari keluhan warga sekitar terkait kebutuhan internet untuk anak-anaknya belajar daring.

“Kami sediakan Wifi-nya lengkap dengan meja lipat. Kita umumkan juga lewat Toa (pengeras suara) dan kita sosialisasikan kepada pengurus RT RW,” katanya.

Baca Juga  Datang Bersama Wanita, Pria Tanpa Busana Tewas di Kamar Hotel Bogor

Fasilitas ini juga merupakan hasil sumbangan melalui kenclengan masjid yang diputar ke warga. Siswa bisa memanfaatkan Wifi gratis ini mulai pukul 08:00 WIB hingga 17:00 WIB. Mereka bisa secara bergantian untuk belajar di sana. Dengan kecepatan internet sekitar 100 mbps, siswa tak memiliki kendala untik belajar daring.

“Tetap mereka pakai Wifi-nya untuk belajar, bukan untuk main game,” tegas Hermawan. Selain pelajar, guru dan mahasiswa juga diperbolehkan memakai Wifi gratis. Selama proses belajar, para siswa tetap menjalani protokol kesehatan dengan mencuci tangan sebelum masuk masjid dan menjaga jarak saat belajar,” tuntasnya. (cr3/a/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.