Panitia Pilkades bakal Nonjob

by -

METROPOLITAN – Pasca-turunnya Surat Edaran Men­dagri Nomor/141/4528/SJ soal penundaan Pilkades serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW), Pilkades di 88 desa dan 34 kecamatan bak­al diundur. Tak hanya itu, panitia pilkades yang sudah dibentuk juga bakal nonjob. Otomatis, tahapan pilkades yang sudah terbentuk bakal dijadwal ulang.

Panitia Pilkades Benteng, Kecamatan Ciampea, Hery Suherlan, mengungkapkan, pihaknya telah membentuk kepanitiaan. Bahkan, saat ini panitia pilkades tingkat desa masuk ke tahap penyusunan anggaran dan pengajuan ang­garan pilkades. Pihaknya pun tinggal menunggu arahan Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor. ”Info terakhir pada 13 Agustus 2020, panitia diundang ke pemkab guna membahas kepastian apakah diundur atau tidaknya pilka­des,” ujarnya.

Menurut Hary, pilkades se­harusnya dilanjutkan, karena Kabupaten Bogor tidak meng­gelar Pilkada. Apalagi, panitia pilkades sudah terbentuk. ”Kalau pilkades ditunda, oto­matis panitia pilkades yang sudah dilantik bakal nonjob sampai tahun depan,” sesalnya.

Sementara itu, Camat Ci­bungbulang, Jani Nurjaman, mengatakan, tim perumus pilkades tingkat kabupaten sudah menggelar rapat dengan Wakil Bupati Bogor Iwan Se­tiawan yang dihadiri sekda, kepala DPMPD dan instansi terkait kepanitiaan pilkades.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menginginkan Pil­kades di Kabupaten Bogor dilaksanakan tahun ini. Ala­sannya di Kabupaten Bogor tak ada pelaksanaan Pilkada serentak.

”Pemkab Bogor bersama Komisi 1, DPMPD dan AP­DESI bakal secepatnya me­nemui Mendagri apakah di­perbolehkan atau tidak mengeglar pilkades,” ujarnya.

Karena ada surat Mendag­ri, kemungkinan tahapan pilkades bakal diatur ulang. ”Rencananya 13 November panitia pilkades tingkat desa juga bakal diundang ke Pem­kab Bogor untuk membahas pilkades, ” tukasnya. (ads/c/ feb/py)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *