Penumpang Harus Ngantre 40 Menit di Stasiun Bojonggede

by -
Sejumlah calon penumpang melintas di Jalur Kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Senin (11/5/2020). Lima kepala daerah di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) sepakat untuk mewajibkan penumpang KRL Jabodetabek menunjukan surat tugas saat akan bekerja pada sektor yang diizinkan selama penerapan PSBB dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menyiapkan regulasinya. Foto: Sandika/Metropolitan

METROPOLITAN – Seperti pekan lalu, kepadatan penumpang KRL di Stasiun Bojonggede pun masih terjadi, kemarin. Kepadatan penumpang terpantau hingga pukul 08:00 WIB, bahkan para penumpang mengantre sampai ke jalan dan bisa menunggu kereta hingga 40 menit kemudian.

“Kalau saya yang biasanya sebelum jam 07:00 WIB, nggak terlalu padat. Cuma kalau sudah di atas jam 07:00 WIB, lebih padat lagi. Karena jaraknya kan sekarang keretanya lumayan banyak kalau pagi, jadi kita antre sekitar 20-40 menit tiap hari. Tergantung KRL-nya cepat apa nggaknya,” kata pengguna KRL, Elly (36).

Elly mengaku setiap hari naik KRL untuk pergi bekerja dari Stasiun Bojonggede. Ia mengatakan, antrean di Stasiun Bojonggede bisa sampai ke jalan dikarenakan ada pembatasan jumlah orang untuk tapping di gate elektronik menuju peron.

“Karena memang (jumlah orang masuk ke KRL, red) dibatasi sih. Itu makanya dia (penumpang KRL, red) diantrekan. Mungkin karena space di stasiun juga terbatas, (makanya, red) antrenya sampai ke luar jalan,” ujarnya.

Meski begitu, Elly mengaku kadang kondisi di Stasiun Bojonggede lengang atau tidak ada antrean. Warga yang datang bisa langsung masuk ke stasiun dan tapping di gate elektronik menuju peron.

“Kalau (antrean, red) ini masih mending, ya. Dulu waktu masih pemberlakuan (pembatasan di KRL, red) pertama kali itu, kita antre sampai pertigaan Gaperi. Itu jaraknya sudah sekitar 400 meter dari stasiun,” kata Elly.

Senada dengan Elly, penumpang KRL lainnya, Alvius, menyebut antrean di Stasiun Bojonggede bisa sampai ke jalan karena kapasitas maksimal tiap gerbong di kereta api dibatasi. Pada Senin, antrean akan sampai ke jalan. Namun di hari berikutnya, antrean hanya di sekitaran gerbang masuk stasiun.

“(Antrean bisa sampai ke jalan karena, red) mengurangi kepadatan di kereta, harus 74 orang di tiap gerbong,” ucap Alvius.

Pengguna KRL lainnya, Adam, memaklumi antrean di Stasiun Bojonggede sampai ke jalan. Ia mengaku tak khawatir mengantre di pinggir jalan meski lalu lintas padat. “Cuma ini, (antrean di Stasiun Bojonggede sampai ke jalan karena, red) penerapan protokol social distancing. Semua stasiun kayaknya nerapin (protokol Covid-19, red) juga,” ujar Adam. (nus/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *