Penyederhanaan Kurikulum, Kadisdik Kota Bogor : PJJ Jadi Solusi Jitu

by -
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin

METROPOLITAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengaku, dalam waktu dekat ini bakal menyederhanakan kurikulum Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini.

 

Nadiem mengatakan, jika saat ini pihaknya tengah melakukan proses penyederhanaan kurikulum PJJ. Kemendikbud menjawab bahwa dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat.

 

Menurutnya, hal wajar jika kurikulum saat ini menjadi sorotan. Lantaran pembelajaran dilakukan secara daring, tanpa bertatap muka. Fleksibilitas dan penyesuaian kondisi wilayah, menjadi salah satu bocoran, akan penyederhanaan kurikulum anyar ini.

 

“Sedang dirumuskan konsep penyederhanaannya. Yang jelas model pembelajaran saat ini mengedepankan unsur fleksibilitas. Jadi sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. Kurang lebih begitu gambarannya,” katanya.

 

Nadiem melihat beberapa tantangan yang dihadapi orang tua dan siswa dalam menyelenggarakan PJJ. “Pertama adalah penyediaan sarana pembelajaran, kedua adalah pengadaan kuota, ketiga adalah penyederhanaan kurikulum, dan keempat adalah penerapan pendidikan karakter,” urainya.

 

Menjawab tantangan tersebut, Mendikbud berkomitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan. Namun, untuk itu perlu ada kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan.

 

“Saya sadari kondisi ini sangat serius dan perlu segera diatasi, karena faktor ini adalah penentu penyampaian konten pembelajaran kepada siswa. Saya sangat mengapreasiasi perjuangan dan kesabaran para guru dan orang tua yang telah semaksimal mungkin memfasilitasi PJJ bagi anak-anak,” ucapnya.

 

Nadiem berharap Kemendikbud memperoleh masukan secara langsung dari para pengguna layanan pendidikan untuk peningkatan kualitas kebijakan mendatang. “Kami sedang merancang apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota, kami mendengar keluhan ini dan meresponnya,” tukasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengaku sangat menyambut baik wacana ini. Hal tersebut lantaran selama ini pembelajaran jarak jauh (PJJ), kerap kali disoal oleh orang tua siswa. “Tentu kami sangat menyambut baik ini, karna memang selama ini pembelajaran daring jadi sorotan,” ucapnya.

 

Fahrudin mengaku sangat setuju, jika Kemendikbud bakal menyederhanakan kurikulum di tengah pandemi covid-19 ini. Ia juga sangat setuju, jika unsur fleksibilitas bisa menjadi dasar acuan PJJ. “Karna setiap daerah dan wilayah tentu memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda,” singkatnya.

 

Dirinya berharap, penyederhanaan kurikulum dapat menjadi solusi terbaik untuk proses PJJ. Pada prinsipnya Kemendikbud telah meluncurkan program Merdeka Belajar yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan kepala sekolah dan guru untuk melakukan inovasi yang bisa digunakan dalam berbagai keadaan.

 

Sejak peluncuran Merdeka Belajar, ia berharap para guru melaksanakan pembelajaran yang bervariasi, misalnya guru dapat memilih kompetensi dasar dan materi esensial yang bisa dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19.

 

“Pada situasi pandemi ini banyak guru telah mulai menjalankan inovasi pembelajaran. Kami yakin para guru mampu memilih dan memilah kompetensi dasar yang mungkin terlalu rumit untuk disederhanakan,” ungkapnya.

 

Apabila ada hambatan akses jaringan, pulsa, gawai, atau guru belum terlatih dengan pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK),  Fahrudin mengatakan pembelajaran tidak perlu dilakukan melalui pembelajaran daring tetapi bisa dipilih melalui pembelajaran luring atau yang paling konservatif adalah dengan memanfaatkan buku pegangan siswa dan guru.

 

“Kalau dulu buku pegangan siswa ini hanya boleh dipakai di sekolah maka pada saat sekarang itu harus dipinjamkan kepada siswa agar bisa dipelajari di rumah, kemudian guru nanti setiap saat entah melalui orang tuanya melalui guru kunjungan ke rumah atau kunjungan ke kelompok-kelompok kecil,” tukasnya. (ogi/b/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *