Perjuangan Indri Mengikuti Sekolah Daring, Pungut Padi Bekas untuk Beli Hp

by -

Kebijakan sekolah daring atau online yang diterapkan pemerintah selama pandemi Covid-19 tampaknya tidak berjalan mulus. Nyatanya masih banyak warga yang kesulitan mengikuti keputusan pemerintah tersebut.

INDRIANA Setya Rahayu, salah satunya. Siswi SMK Ne­geri 1 Magetan, Jawa Ti­mur, itu terpaksa harus meminjam hp temannya untuk tetap bisa mengenyam pendidikan. Meski gadis be­rusia 16 tahun itu tak jarang jadi bahan ledekan teman-temannya karena sering meminjam hp.­

Indri sendiri bukan hanya berpasrah diri dengan keada­an. Walau terlahir dalam kelu­arga miskin dan tinggal di bekas kandang ayam, ia tetap berusaha menabung untuk mempunyai ponsel pintar. Cara yang dilakukan yakni dengan mengumpulkan padi gabah bekas panen di sawah. Remah-remah padi yang tak terangkut itu dikumpulkannya dan dijualnya.

Namun, berharap dapat men­gumpulkan uang dari men­jual padi bekas seperti itu jelas tak membutuhkan waktu se­bentar. Padahal, sekolah daring terus berjalan sehingga ia jelas ketinggalan pelajaran.

Kondisi itulah yang mem­buatnya sedih dan frustrasi, sehingga membuat tangisnya pecah saat memikirkan keada­annya. ”Uangnya belum cukup. Jadi sementara saya ke rumah teman yang punya hp,” katanya. ”Tapi saya diejekin kalau min­jem terus,” sambungya.

Di tengah kesulitan yang dihadapinya, Indri mengaku ingin tetap sekolah agar bisa bekerja. ”Saya ingin cepat lulus sekolah biar ndang kerja dan bantu orang tua,” ucapnya sambil mengusap air matanya.

Sudah setahun terakhir In­driana dan keluarganya ting­gal di bekas kandang ayam, tepatnya setelah kedua orang tuanya bercerai. Kandang ayam dipilih karena mereka tak memiliki uang untuk me­nyewa rumah. Namun, kon­disi itu tak menyurutkan se­mangat Indriana untuk seko­lah.

Menanggapi hal itu, Surati, ibu Indriana, mengaku ter­paksa tinggal di kandang ayam karena tidak memiliki uang untuk mengontrak rumah. Bisa tinggal di kandang ayam saja menurutnya sudah berun­tung karena tidak membayar sewa. “Masih bersyukur ada warga yang baik hati memin­jamkan kandang ayam untuk tinggal,” kata Surati.

Meski hidup pahit harus di­hadapinya, Surati berharap kedua anaknya tetap berse­mangat menyelesaikan pen­didikan sehingga kehidupan mereka lebih baik lagi. “Yang satu akan masuk TK, yang In­driana baru masuk SMK tahun ini. Nggak tahu biaya dari mana, yang penting mereka bisa sekolah,” ujarnya. (inz/kom/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *