Puluhan Tenaga Kesehatan Positif, Puskesmas Di Bogor Ditutup

by -

METROPOLITAN.id – Sebanyak empat puskesmas dan satu kantor Kelurahan di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor harus ditutup pasca-meledaknya kasus Covid-19 di pusaran tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dari 972 tenaga kesehatan yang dites swab, 27 orang dari delapan puskesmas, dinyatakan positif. Delapan puskesmas itu yakni PKM Gang aut, PKM Cipaku, PKM Bogor Utara, PKM Sindangbarang, PKM Tanahsareal, PKM Merdeka, PKM Mekarwangi dan PKM Semplak.

“Dari 27 orang yang terkonfirmasi positif, 13 orang diantaranya merupakan petugas pelayanan langsung, tiga orang petugas penunjang, tiga orang petugas pelayanan tidak langsung dan delapan petugas administrasi,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim kepada pewarta, Selasa (11/8).

Alhasil, ia menegaskan jika ada beberapa puskesmas yang akan dilakukan penutupan selama tiga hari kedepan, terhitung mulai Rabu (12/8) hingga Jumat (14/8). Pasca keluarnya hasil swab dari tenaga kesehatan yang ada di Kota Bogor. Empat puskesmas yang ditutup yaitu Puskesmas Gang Aut, Puskesmas Cipaku, Puskesmas Bogor Utara dan Puskesmas Mekarwangi.

“Jadi penutupan empat puskesmas tersebut untuk dilakukan disinfektasi pasca terkonfirmasi positif petugas puskesmas,” ujar Dedie.

Selain itu, Puskesmas Sindangbarang hanya menutup fasilitas KIA dan Poned. Sedangkan Puskesmas Merdeka menutup layanan laboratorium.

“Puskesmas buka kembali 15 Agustus nanti dengan sistem buka parsial oleh petugas, yang hasil tes swab-nya negatif,” paparnya.

Selama ditutup, fungsi pelayanan puskesmas pun dialihkan, seperti PKM Gang Aut dialihkan ke PKM Belong, lalu PKM Cipaku dipindah ke PKM Bogor Selatan. Kemudian PKM Bogor Utara dialihkan ke PKM Tegalgundil dan PKM mekarwangi ke PKM Kedungbadak.

“Semua karyawan yang positif sudah dirawat dan diisolasi. Kami juga tengah melakukan penelusuran dan orang-orang yang melakukan kontak erat sudah melakukan tes swab dan sedang diisolasi sambil menunggu hasilnya keluar,” imbuh Dedie.

Selain itu, adanya lurah dan sekretaris lurah (seklur) di Kecamatan Tanahsareal yang terpapar positif Covid-19, memaksa kantor kelurahan tersebut ditutup selama tiga hari kedepan. Keputusan itu ia lakukan berdasarkan perintah dari ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

“Jadi mengikuti arahan ketua, kantor kelurahan kami tutup selama tiga hari kedepan,” ujar Camat Tanahsareal, Sahib Khan.

Ia menambahkan, ditutupnya kantor kelurahan tersebut agar bisa disemprot dengan disinfektan, sambil petugas detektif Covid-19 Kecamatan Tanahsareal melakukan penelusuran dan surveilance.

“Nanti akan disemprot dulu, pelayanan ditutup, tapi petugas piket masih menjaga, sambil menunggu hasil tracing-nya,” pungkasnya. (dil/a/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *