Saling Ejek di Medsos, Pelajar Bogor Tewas Dibacok

by -
Pelajar Bogor Tewas Dibacok
Ilustrasi : Pelajar Bogor Tewas Dibacok

METROPOLITAN – Entah setan apa yang merasuki pe­lajar SMKN 4 Kota Bogor, MH dan FA. Kedua remaja 17 tahun itu dengan sadis membacok MF (17) hingga Pelajar Bogor Tewas Dibacok. Keduanya pun kini harus merasakan dinginnya sel penja­ra. MF, yang merupakan pelajar SMK asal Caringin, Kabu­paten Bogor, itu sebelum meninggal dunia diketahui ter­libat tawuran dengan para pelaku. Mereka tawuran di Jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kelu­rahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, pada Minggu (2/8). “MF me­ninggal dunia karena menga­lami luka bacokan di punggung dan pinggang. Korban mening­gal dunia di RSUD Ciawi,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser dalam konferensi pers di Mako Pol­resta Bogor Kota, kemarin.Ia menjelaskan awal mula tawu­ran itu terjadi karena kedua kelompok pelajar tersebut saling ejek di media sosial (medsos). Kemudian keduanya sepakat bertemu di suatu lo­kasi yang telah ditentukan.

”Jadi aksi tawuran ini sudah direncanakan sebelumnya, janjian lewat medsos. Model­nya sama seperti kasus-kasus tawuran pelajar di Kota Bogor beberapa waktu lalu,” ucap Hendri.

Kedua pelaku kemudian mengajak temannya, IKH, MEC dan REZ, untuk ikut terlibat tawuran dengan pelajar dari SMK Tekindo. ”Mereka ber­lima pergi dan berkumpul di rumah RZL. Statusnya masih pelajar,” imbuhnya.

Setelah semuanya berkum­pul, mereka berangkat menu­ju Jalan Raya Sukabumi dan bertemu dengan kelompok lawannya yang sudah menung­gu lebih dulu di lokasi.

Aksi tawuran pun pecah. Saat itu MH berhadapan dengan MF. Ketika terdesak, MF be­rusaha melarikan diri. Namun nahas, pada saat membalikkan badan, MH mengayunkan senjata tajamnya hingga menge­nai punggung korban.

FA yang berada dekat dengan MH pun ikut membacok ping­gang korban. ”Usai membacok keduanya kabur ke arah ca­ringin menggunakan sepeda motor,” ungkap Hendri

Mendapatkan informasi ada­nya tawuran, polisi langsung menuju lokasi. Polisi menang­kap Dombrut dan FA yang diduga dalang pembunuhan terhadap korban. ”Kami masih mengejar pelaku lainnya yang diduga ikut terlibat tawuran,” bebernya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp3 miliar, sesuai Pasal 76 C jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang peru­bahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlin­dungan anak jo. Pasal 1 angka 1 UU RI Nomor 11 Tahun 2012.

“Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara. Dari tangan pelaku kita berhasil menga­mankan barang bukti sebilah celurit berukuran besar,” tan­dasnya. (lip/ryn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *