Satpol PP Berikan Sanksi Protokol

by -

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor mel­alui Bagian Hukum dan HAM telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penge­naan Sanksi Administratif satpol pp ter­hadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan PSBB atau AKB dalam Penang­gulangan Covid-19.

Regulasi ini dibuat berdasar­kan Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 10 Agus­tus 2020 terkait Pedoman Pelaks­anaan bagi Peraturan Kepala Daerah setelah ditetapkannya Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningka­tan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengen­dalian Covid-19 pada tanggal 4 Agustus lalu serta Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2020.Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, menjelaskan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang signifikan terjadi pening­katan kasus di DKI Jakarta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor senada dengan Pemerin­tah Pusat dan Provinsi Jawa Barat mengupayakan perlin­dungan terhadap kesehatan masyarakat dengan member­lakukan tertib kesehatan, melalui protokol kesehatan yang disebarkan melalui berbagai media komunikasi dan infor­masi, disertai pengenaan sanksi administratif yang tidak patuh terhadap protokol kese­hatan.Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu me­negaskan Pemkot Bogor telah menerbitkan Perwali Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penge­naan Sanksi Administratif ter­hadap Pelanggaran Tertib Kesehatan yang ditandatan­gani Wali Kota Bogor pada 4 Agustus 2020 lalu dan sudah mulai diberlakukan.

Alma menegaskan bahwa pasal yang dikenakan kepada pelanggar protokol kesehatan dalam Perwali Nomor 64 ada sebelas pasal. Sanksi adminis­tratif yang diberlakukan bera­gam sesuai jenis pelanggaran­nya.

Di sebelas pasal yang men­gatur terhadap bentuk kegia­tan ada sanksi yang diberikan, mulai dari teguran tertulis, denda administratif, sanksi sosial bahkan sampai penutu­pan tempat kegiatan. Perwali Nomor 64 Tahun 2020 meru­pakan turunan dari Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020, isi aturannya dapat dilihat melalui JDIH Kota Bogor.

”Pemerintah Kota Bogor telah mempersiapkan regulasi ini sesuai dengan penerbitan pro­duk hukum di masa tanggap darurat Covid-19 sebagai pe­layanan dalam menyuarakan perlindungan masif bagi ma­syarakat, karena dengan adanya penambahan kasus yang ter­jangkit Covid-19 pada klaster rumah sakit/puskesmas, tem­pat kerja/perkantoran dan keluarga, maka protokol kese­hatan akan terus digencarkan dan dapat dikenai sanksi ad­ministratif sebagaimana yang tertuang di Perwali Nomor 64, seperti tidak memakai masker di tempat umum akan dikenai denda administratif terberat Rp 100.000 ” ujar Alma, Rabu (12/8/2020).

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah me­nyatakan, regulasi ini untuk mempertegas komitmen pe­merintah kepada seluruh lapi­san masyarakat dalam menja­lankan aturan tersebut.

“Di Perwali Nomor 64 Tahun 2020 itu kan mengatur bebe­rapa sanksi untuk para pelang­gar protokol kesehatan di Pra AKB ini. Kita sudah mulai ber­gerak menindak warga yang tidak menggunakan masker. Sanksinya mulai dari peringa­tan secara lisan, peringatan tertulis, penahanan identitas diri hingga sanksi adminis­trasi atau denda,” katanya.

Sementara saat ini, jelasnya, identitas pelanggar masih di­catat secara manual, namun Diskominfo Kota Bogor sedang membuat aplikasi. Nantinya para pelanggar yang kedapatan melanggar akan di input na­manya. “Nanti di aplikasi akan muncul namanya, apakah su­dah melanggar sebelumnya atau belum,” jelasnya.

Sejauh ini sudah ada tiga titik di wilayah kecamatan Bogor Tengah, Bogor Timur dan Bo­gor Utara yang di razia petugas Satpol PP Kota Bogor. “Nanti juga kita akan razia masker di wilayah Kecamatan Bogor Ba­rat, Tanah Sareal dan Selatan. Pokoknya nanti kita keliling,” kata Agustian Syah.

Ia mengimbau seluruh warga Kota Bogor khususnya lebih disiplin lagi dalam menjaga diri sendiri dan orang lain un­tuk memutus penyebaran Co­vid-19. (*/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *