Sehari 5 Perawat Puskesmas Positif Covid-19

by -
Covid-19

Penyebaran wabah Covid-19 di Kota Bogor terhitung masih tinggi. Terbukti, dalam tiga hari saja Kota Bogor mencatatkan tambahan 38 kasus baru sejak Sabtu hingga Senin (8-10/8). Di mana lima orang di antaranya berprofesi sebagai perawat puskesmas (PKM) di Kota Hujan.

INFORMASI yang dihimpun, kelima perawat itu bertugas di lokasi berbeda. Di antara­nya bertugas di PKM Tanah­sareal, Semplak, Cipaku, Sin­dangbarang, serta Bogor Ut­ara. ”Iya, ada lima orang terkonfirmasi positif dari lima puskesmas yang berbeda-beda,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim, kepada Met­ropolitan.id, kemarin.

Ia mengaku sejauh ini pi­haknya masih menelusuri penyebaran virus Covid-19 tersebut. Di mana Dinas Kesehatan (Din­kes) Kota Bogor saat ini tengah melakukan tracing serta meng­evaluasi SOP dan protokol kesehatan di kelima puskesmas tersebut. ”Untuk sementara waktu, puskesmas tersebut akan ditutup sementara apa­bila diperlukan. Kami juga masih menunggu data lebih lengkap dari Dinkes,” ucapnya.

Sementara itu, Dedie tak menampik terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif sejak Sabtu hingga Senin (8-10/8). Total ada 38 kasus baru dengan rincian tambahan kasus pada Sabtu (8/8) seba­nyak 12 kasus baru, Minggu (9/8) 12 kasus baru dan Senin (10/8) 14 kasus baru. ”Untuk tiga hari berturut-turut, hasil penelusuran dan juga hasil swab test yang dilakukan dalam pencarian aktif dari kasus Covid-19 di Kota Bogor tercatat ber­tambah 38 kasus. Artinya se­lama tiga hari berturut-turut ini kasus terjadi dengan cukup banyak terkonfirmasi positif dan ini rekor,” imbuhnya.

Dedie juga mengaku Pe­merintah Kota (Pemkot) Bo­gor saat ini tengah mening­katkan kewaspadaan terkait penyebaran Covid-19 di ka­langan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, selain lima pegawai puskesmas, ada tam­bahan tiga PNS di lingkup Pemkot Bogor yang terkon­firmasi positif per kemarin.

”Jadi kami kembali mem­berlakukan program WFH (kerja dari rumah, red) dan akan melakukan swab Covid-19 massal untuk melakukan skrining,” ujar Dedie. Ketiga PNS yang terkonfirmasi positif itu di antaranya seorang pejabat Satpol PP Kota Bogor dan dua pegawai Setda Kota Bogor.

Di sisi lain, kasus penularan Covid-19 di jajaran Pemkot Bogor bukanlah barang baru. Sebab, berdasarkan catatan Dedie, sejauh ini total ada 25 kasus terkonfirmasi positif dari jajaran Pemkot Bogor. Delapan di antaranya meru­pakan tambahan dari pegawai puskesmas, pejabat Satpol PP dan dua pegawai Setda.

Sedangkan pada awal Maret, Dinkes menjadi klaster penye­baran Covid-19 dengan jum­lah sembilan orang terkonfir­masi positif. Dari sembilan orang itu, satu orang dinyata­kan meninggal dunia dan delapan orang dinyatakan sembuh. Lalu pada Mei ter­dapat tiga orang dari Setwan DPRD Kota Bogor yang ter­konfirmasi positif, yang seka­rang sudah dinyatakan sembuh. ”Terakhir itu ada klaster BK­PSDM pada Juni yang men­ghasilkan lima orang terkon­firmasi positif, tapi sekarang sudah sembuh,” bebernya.

Dengan masih adanya penye­baran Covid-19 dalam badan Pemkot Bogor, Dedie mengim­bau seluruh PNS tidak be­kerja di kantor bagi pegawai yang berumur di atas 50 tahun, memiliki penyakit penyerta dan baru pulang dari zona merah atau rumahnya berada di zona merah. ”Jadi sekarang kami sudah mengurangi 50 persen jumlah PNS yang be­kerja di kantor,” ujar Dedie.

Di lokasi yang sama, Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan di Kota Bogor terdapat tiga klaster utama, yakni klaster imported case, klaster fasilitas kesehatan ser­ta klaster keluarga. ”Jadi 33 persen klaster imported case, lalu 23 persen klaster keluarga, 14 persen klaster fasilitas kese­hatan dan sisanya lokal trans­mission,” katanya.

Menurutnya, adanya penam­bahan secara signifikan dalam tiga hari terakhir merupakan dampak masifnya swab test yang tengah dijalankan Din­kes Kota Bogor. Beberapa sasaran yang jadi target Din­kes dalam swab masif yaitu lokasi-lokasi tempat kerumu­nan seperti mal, stasiun, ter­minal, perkantoran, fasilitas kesehatan serta pasar. ”Bebe­rapa hari terakhir, dalam se­hari kami 300 sampai 400 swab masif dan sejauh ini sudah 8.500 spesimen dari target 110 ribu spesimen,” ujarnya.

Di tempat terpisah, buntut seorang pejabat Satpol PP Kota Bogor dinyatakan posi­tif corona, seratus personel Satuan Penegak Perda di Kota Hujan itu menjalani swab test di kantor Dinkes Kota Bogor, kemarin. Hal itu diakui Kasatpol PP Kota Bogor Agusty­ansach. ”Iya, tadi seratus ang­gota sudah mengikuti swab test semua di Dinkes. Mudah-mudahan negatif semua,” kata Agustyansach kepada Metropolitan.id, kemarin.

Ia mengaku sudah menge­tahui informasi salah satu pejabat Satpol PP yang terkon­firmasi positif itu sejak Jumat (7/7) malam. Saat ini pejabat yang identitasnya masih dira­hasiakan itu tengah menja­lani masa isolasi mandiri. Sambil pihaknya saat ini tengah melakukan tracing terkait ada­nya potensi penularan ke ang­gota lain. ”Ya sekarang kita masih tracing dulu. Kami juga belum bisa mengetahui di mana tertularnya,” ucapnya.

Di sisi lain, Agustyansach juga mengaku terkejut pejabat tersebut bisa terkonfirmasi positif. Sebab berdasarkan dua hasil rapid yang sudah pernah dijalani pejabat yang bersang­kutan, diketahui hasilnya non­reaktif. Namun ketika minggu lalu mengikuti swab massal di Dinkes Kota Bogor, ternyata hasilnya positif. ”Ini masih kami data, masih kami cari kemungkinan tertular di ma­na. Karena sebelumnya ikut rapid negatif terus,” pungkas­nya. (dil/d/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *