SMA Bina Insani Kupas Sejuta Hikmah Berkurban

by -

METROPOLITAN – SMA Bosowa Bina Insani Bogor menggelar Studium Gene­rale Spirit of Qurban dengan tema “Hadirkan Sejuta Hik­mah dengan Qurban”. Acara ini digelar secara online, Kamis (30/7), bertepatan dengan 9 Dzulhijjah dan diik­uti seluruh civitas acade­mica SMA Bosowa Bina In­sani.

“Studium Generale ini merupakan bagian dari lay­anan pembelajaran Islamic Studies,” kata Kepala SMA Bosowa Bina Insani (BBI), Dedi Supriyadi.

Dedi menguraikan empat hikmah yang bisa dipetik dari kisah teladan Nabi Ibra­him as dan putra kesayangan­nya, Nabi Ismail as. Pertama, mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain.

Kedua, kurban itu meny­embelih hewan. “Maksudnya agar kita memberangus atau menghilangkan nafsu hewa­niah. Ketiga, mendidik jiwa kita agar ikhlas dalam bera­mal. Sedangkan keempat mendidik kita agar senang berbagi,” tuturnya.

Dedi menyampaikan, tahun ini SMA BBI tidak menyel­enggarakan kegiatan pemo­tongan hewan kurban di sekolah, mengingat kondisi pandemi Covid-19. Meski begitu, Dedi berharap para siswa bisa menunaikan salat Idul Adha di kediaman ma­sing-masing dengan tetap memerhatikan protokol kese­hatan.

Dalam kesempatan ini, pa­nitia mengundang narasum­ber Ustadz Abdul Malik dari Sukabumi. Dalam tau­siyahnya, Abdul Malik meng­isahkan pengorbanan atau kurban bermula dari Nabi Adam as.

“Seperti kita maklumi ber­sama bahwa Nabi Adam mengalami dilema. Dua putranya, Qabil dan Habil, ingin menikahi saudara pe­rempuan mereka, Iklimiya. Sehingga Nabi Adam me­minta petunjuk kepada Allah agar bisa mengambil kepu­tusan secara adil, siapa di­antara Qabil dan Habil yang berhak memperistri Iklimiya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Allah mem­beri petunjuk agar mereka memberikan pengorbanan dari harta terbaiknya yang mereka miliki. Habil yang seorang peternak memberi­kan pengorbanan terbaiknya. Sementara Qabil yang seorang petani memberikan pengor­banan alakadarnya. Alhasil, Allah menerima pengorbanan Habil dan tidak menerima pengorbanan Qabil. Men­ghadapi keputusan ini Qabil tidak terima sehingga me­lampiaskannya dengan mem­bunuh Habil. Peristiwa ini kemudian diyakini sebagai peristiwa pembunuhan yang pertama kali terjadi di muka bumi ini. (Kisah ini diabadi­kan dalam AlQuran Surat Almaidah 27-29).”

“Yang masyhur kita ketahui adalah kurban yang dilakukan Abul Anbiyaa Nabi Ibrahim a.s. yang kemudian disyari­atkan kepada umat Nabi Muhammad SAW,” tutur Ab­dul Malik.

Ia lalu menyebut empat hikmah yang bisa dipetik dari kurban atau udhiyah. Yaitu, bersyukur atas anu­gerah yang diberikan Allah. Kemudian, bersabar, mena­hahan hawa nafsu.

“Selanjutnya Nabi Ibrahim adalah keluarga teladan. Ti­dak kalah pentingnya adalah memilih jadi pemberi dari­pada penerima pemberian (tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah),” ujarnya.

Lalu penanggung jawab acara, Irsyad, menyampaikan, acara tersebut bertujuan menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H juga sebagai media meningkatkan keima­nan dan ketakwaan warga sekolah dan sekitarnya.

“Yang tak kalah penting adalah media untuk menum­buhkan rasa peduli sesama warga sekolah dan masyara­kat lingkungan sekolah,” kata Irsyad. (ril/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *