Sudah Ada 30 Warga Pasirangin Terjangkit DBD

by -

METROPOLITAN – Puskesmas Pasirangin, Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, mengimbau masyarakat meningatkan kewaspadaannya terhadap berbagai macam penyakit lain, selain virus corona atau Covid-19. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Pasirangin, Liska Sari, mengaku ada 30 orang telah masuk buku catatan terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia menyebut seluruhnya terbagi di tiga wilayah, di antaranya Desa Pasirangin, Cipenjo dan Mekarsari. “Ada yang dirawat di RS, ada juga yang di rumah,” katanya.

Ia menuturkan, seiring pandemi Covid-19 ,pihaknya menemukan 20 rumah terindikasi terdapat sarang jentik nyamuk DBD. Di samping itu, pihaknya turut memberi penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ke seluruh masyarakat. Dimulai dari aksi Menguras, Menutup dan Mengubur (3M). “Ada yang sudah di-fogging dan ada yang belum. Kami terus upayakan agar masyarakat juga ingat bahwa DBB juga mematikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan meski dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), masyarakat tidak boleh lengah dengan kondisi cuaca yang dapat menimbulkan DBD. “Apalagi sekarang akan datang musim hujan. Tetap jalankan PSN dengan 3M di setiap RT dan RW masing-masing,” jelasnya.

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 210 kasus DBD terjadi sejak awal 2020. Meski begitu jika dibandingkan dengan 2019 lalu maka terjadi penurunan kasus DBD di kabupaten. Dinkes Kabupaten Bogor merangkum sebanyak 600-an terjadi sejak awal 2019 hingga Maret lalu. “Secara keseluruhan, ada 1.210 kasus DBD terjadi selama 2019. Kalau dari Januari ini kasus DBD tercatat sebanyak 210 kasus,” terang Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Intan Widayati.

Ia juga mengimbau belakangan kondisi cuaca tidak menentu, terkadang hujan, bisa turun bisa juga tidak. Kemungkinan jika turun hujan maka akan menjadi genangan air yang menjadi sarang jentik nyamuk DBD. Sehingga masyarakat tidak boleh lengah untuk melakukan aksi 3M genangan air. “Genangan air bisa menjadi risiko perindukan jentik nyamuk DBD. Meski sedang wabah Covid-19 jangan sampai lengah,” pungkasnya. (reg/rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *