Terdampak Corona, Wika Salim Buka Kedai Kopi

by -

METROPOLITAN – Ikut terdampak Covid-19 karena kurangnya job, artis sekaligus penya­nyi Wika Salim membuka kedai kopi di Kota Bandung. Coffee 26 yang diusung wanita kelahiran Bogor 1992 itu berada di Jalan Wastu­kencana, tepatnya di depan Markas Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC).

Di hari pertama, Wika meng­gratiskan es kopi susu dan minuman segar lainnya yang ada di kedai barunya itu sebagai promosi kepada pembeli. ”Jadi ini sebenarnya adalah salah satu impian aku pengin punya usaha dan Al­hamdulillah hari ini karena niat, terus support dari teman-teman dan orang terdekat, dibe­ranikan mencoba belajar sesuatu yang baru buka usaha, walaupun masih kecil-kecilan,” bebernya.

Wika Salim mengatakan, kedai kopi ini meru­pakan buah hasil kerja kerasnya selama ini.”Senang karena ya ini memang hasil dari kerja keras yang disisihkan, hasil dari support dan kerja sama sama teman-teman yang lain, akhirnya Alhamdulillah hari ini bisa opening 26 Coffee,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Ungkap Kronologi Percobaan Bunuh Diri Ayu Aulia di Apartemen

Kenapa kopi yang Wika Salim pilih, selain Bandung dikenal dengan hasil kopinya, penikmat kopi pun banyak. Selain itu, kedai yang ia buat pas banget dengan bikers di Kota Bandung. ”Kenapa kopi? Memang ini kan tempatnya pas banget di tempat anak-anak motor ya bikers, jadi kenapa nggak cari yang simple saja, kan kebanyakan orang-orang sekarang juga suka pada ngopi,” ungkapnya.

Di kedai miliknya, Wika Salim juga menjual es cokelat, thai tea dan minuman segar lainnya. ”Tapi di tempat aku bukan ada kopi saja, ada minuman yang segar juga, terus karena memang sudah banyak teman aku yang sudah ngejalanin usaha kopi. Jadi kan ini memang aku bareng sama teman yang memang sudah ngerti usaha, jadi memang dikasih tahu sekarang kan nyari yang simple dan ba­nyak orang cari kopi, ke­napa nggak nyoba kopi aja gitu,” jelasnya.

Baca Juga  Gagal Rayakan Ultah, Nia Ramadhani Rugi Banyak

Lalu berapa harga segelas es kopi susu segar di kedai milik Wika Salim? ”Di sini ng­gak mahal-mahal, yang paling mahal harganya Rp20 ribu,” pa­parnya.

Saat disinggung apakah Wika Salim yakin bisa menjalankan bisnis kedai kopi di tengah pandemi Covid-19, ia menjawab akan mencoba tantangan yang banyak diragukan orang lain.

”Awalnya emang ragu apalagi di masa pandemi Covid-19 gini memang banyak, ya maksudnya aku juga kena dampaknya gitu pekerjaan yang banyak berkurang, tapi kenapa nggak coba juga, karena yang aku jual bukan yang mahal maksud­nya orang juga masih bisa beli,” tururnya.

”Terus ini juga jadi salah satu kebutuhan kayak misalnya kopi tuh semua orang tuh suka. Apalagi sekarang sudah banyak variannya dicampur macam-macam dan optimisnya kopi ini jadi salah satu usaha yang menjanjikan. Walaupun lagi pandemi kayak gini kayaknya orang masih bisa beli karena harganya terjangkau,” ungkapnya. (dtk/mam/py)

Baca Juga  Lihat Kulit Mulus Wika Salim, Netter: Itu Betis Gak Ada Bekas Knalpot?

Leave a Reply

Your email address will not be published.