Warga Bogor Jadi Korban Begal, Disekap Lalu Dibuang di Jalan, Pelaku Ngaku Polisi

by -

METROPOLITAN.id – Malang menimpa seorang pengendara sepeda motor bernama Arista (25). Warga Cimanggu Bharata Pura, Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal itu menjadi korban pembegalan.

Dia harus kehilangan sepeda motor bermerk Satria FU bernopol F2956DA usai mencari nafkah untuk keluarganya.

Aksi pembegalan itu terjadi di Jalan Taman Cimanggu Raya, Kelurahan Kedungwaringin, Kecamatan Tanahsareal tepatnya di depan Bakso Pak Mien pada Rabu (19/8) sekitar 23:30 WIB.

Saat itu, Arisa baru saja pulang bekerja di di sekitar wilayah Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat.

Namun di tengah jalan, Arista tiba-tiba dipepet oleh mobil.

“Baru pulang kerja dari Sindangbarang. Pas di deket Pak Mien dipalangin mobil. Mau kabur juga ga bisa. Soalnya kondisi motor ketutup mobil yang ada di sebelah kanan, kalau sebelah kirinya selokan,” ujar Arista, Kamis (20/8).

Baca Juga  Terminal Baranangsiang Pindah ke Bubulak

Arista pun akhirnya menghentikan laju kendaraannya dan turun dari motornya. Kemudian, dua orang dari mobil tersebut turun langsung menodongkan pistol kepada dirinya.

“Dua orang itu ngakunya dari polisi. Perawakannya tinggi besar, bicaranya logat timur,” ungkapnya.

“Dia nuduh saya terlibat narkoba. Katanya dua temen saya sudah ditangkep. Tapi pas saya tanya siapa namanya, dia malah pukul saya,” sambung Arista.

Arista kemudian dipaksa kedua orang tersebut masuk ke dalam mobil Avanza berwarna putih. Di dalam mobil tersebut ternyata sudah ada tiga orang lainnya.

“Di dalem mobil ada tiga orang lagi. Saya didudukin di kursi tengah, diapit orang sebelah kanan kiri. Satunya yang nyetir,” tuturnya.

Setelah di dalam mobil, kendaraan itu langsung tancap gas sambil dirinya diinterogasi kedua orang yang mengapitnya. Sementara motor miliknya dibawa salah satu pelaku.

Baca Juga  Tune Up Di Nawilis Outlet Saja

Di dalam mobil, ia kembali dipaksa mengakui keterlibatan narkoba yang disangkakan kepadanya.

“Saya ga merasa terlibat narkoba dan saya juga tanya dua orang yang dimaksud itu siapa? Curiganya, para pelaku ini tidak tau nama saya, sementara mereka ngakunya sudah nangkep dua orang yang katanya temen saya,” akunya.

“Disitu saya sadar kalau saya jadi korban begal. Apalagi, para pelaku mencoba memeras saya dengan dalih damai. Saya ngaku tidak punya uang dan terus mengelak keterlibatan narkoba, mereka malah mukulin saya terus,” tambahnya.

Arista mengaku tak bisa melawan maupun berteriak karena tangan, kaki dan mukanya dilakban para pelaku.

“Pakaian saya dipretelin. Disisain baju kerja sama boxer yang saya pake aja. Saya terus dipukulin sampe diinjek dan saya pingsan,” beber Arista.

Baca Juga  Hamil Kedua Lebih Sensitif

Usai pingsan, ia baru sadar ketika berada di pinggir jalan di wilayah Cikeas, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Disitu, ia masih dalam keadaan kaki, tangan dan seluruh muka terlakban.

“Disitu saya diselamatin anggota Brimob yang lewat. Terus saya dibawa ke Polsek Tanahsareal untuk membuat laporan dan langsung dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Arista mengalami kerugian berupa kehilangan kendaraan pribadinya dan luka fisik di bagian atas kuping sebelah kiri mengalami robek dan kaki sebelah kanan lecet.

“Korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp12 juta. Saat ini kasusnya sudah ditangani kami (kepolisian),” kata Kapolsek Tanahsareal, Kompol Sarip Samsu.

Dirinya menambahkan, pihaknya juga sudah menginventarisir saksi dan mencari petunjuk dari CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Kita sedang dalami,” pungkasnya. (rez/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.