5 Jam Bogor Porak Poranda

by -
BPBD KABUPATEN BOGOR

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bogor sejak sore kemarin menyebabkan sejumlah wilayah porak poranda. Hanya dalam waktu lima jam, sejumlah titik di wilayah Bogor diterjang banjir dan longsor.

INFORMASI sementara yang dihimpun Metropolitan dari Tagana Kabupaten Bogor, ban­jir terjadi di lima titik yang tersebar di empat kecamatan yang ada. Di antaranya Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kampung Pasirmuncang, Desa Pasirmuncang, Kecama­tan Megamendung.

Kemudian Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Selanjutnya Pon­pes Darul Ulum Lido di Keca­matan Cigombong dan Kam­pung Pasirjawa, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong.

Sedangkan longsor terjadi di lima titik yang tersebar di tiga kecamatan. Di antaranya ter­jadi di Kampung Hongbho Geger Bitung, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Lalu Kam­pung Legoknyenang, Desa Pancawati, Kecamatan Ca­ringin. Kemudian Kampung Cukanggaleuh, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, serta Kampung Cibolang, Desa Te­lukpinang dan Kampung Bo­jong, Desa Bojongmurni, Ke­camatan Ciawi.

Tak hanya banjir dan long­sor, bencana alam ini juga menyebabkan salah satu rumah warga di Kampung Selaawi, Desa Pasirmuncang, Kecama­tan Caringin, ambruk. ”Pami­jahan dan Jalur Puncak (Me­gamendung, red) banjir, se­dangkan longsor di Caringin dan Cijeruk,” kata Ketua Ta­gana Kabupaten Bogor, H Taufik, kemarin.

“Bencana alam diperkirakan terjadi akibat hujan deras dengan intensitas yang cukup lama di wilayah Bogor se­hingga menyebabkan ben­cana longsor dan banjir. Hujan sendiri melanda sejak pukul 15:30 hingga sekitar 20:00 WIB,” paparnya.

Imbas hujan deras yang me­landa, tujuh orang terbawa longsoran material tanah di RT 02/12, Kampung Ciapare, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Satu orang menga­lami luka berat dan enam lain­nya mengalami luka ringan. Hal itu dibenarkan Kepala Desa Pancawati H Ikbal.

Menurutnya, hujan pertama kali turun pada pukul 15:30 WIB dengan intensitas yang cukup tinggi. Satu jam berse­lang, longsor setinggi 10 meter pun terjadi dan nahas di wak­tu bersamaan terdapat empat unit motor yang dikendarai warga melintas hingga menga­kibatkan motor beserta pengen­daranya terseret longsor sejauh tujuh meter.

Ketujuh identitas korban ada­lah Erni (27), Anggun (9), Apep (30), Wita (14), Upik (9), Eva (13) serta Kiranti (19). ”Jadi saat mereka melintas itu langsung terseret sejauh tujuh meter. Kurang lebih ada tujuh orang korban. Korban yang menga­lami luka berat atas nama Eva, dia mengalami luka sobek di bagian kepalanya,” kata Ikbal kepada Metropolitan.

Namun, Ikbal menerangkan bahwa ketujuh orang tersebut kondisinya baik-baik saja dan sudah dipersilakan pulang setelah diberikan penanganan RSUD Ciawi. ”Semuanya warga sekitar. Mereka kebetu­lan lewat pas kejadian, jadi memang tidak bisa dihindar­kan,” jelas Ikbal.

Menurut Ikbal, kejadian long­sor di akses jalan ini memang kerap terjadi jika hujan dengan intensitas lebat mengguyur kawasan Desa Pancawati. ”Me­mang sudah sering terjadi di sini kalau hujan lebat, karena di atasnya kan ada aliran air untuk masyarakat. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemkab untuk menanggulangi masalah ini,”beber Ikbal.

Ikbal melanjutkan, saat ini kondisi jalan yang tadinya tertutup sejak pukul 16:30 WIB kini sudah bisa dilewati lagi oleh warga. Material longsor pun sudah bisa dibersihkan warga beserta anggota BPBD Kabupaten Bogor.

Di sisi lain, bencana alam yang melanda Bogor juga me­nyebabkan kisah tragis bagi penambak ikan, Deden (38). Warga Desa Cibunian, Keca­matan Pamijahan, itu bukan hanya mengalami banjir yang merendam kediamannya. Banjir dari aliran Sungai Ci­anten itu memorakporandakan tambak ikan mujair miliknya.

Ikan mujair sebanyak 15 ton yang rencananya ingin ia pa­nen dan akan dijual ke pasar, saat Magrib pun harus sirna ketika terjangan banjir Sung­ai Cianten menghantam Desa Cibunian sekitar pukul 16:00 WIB.

Berdasarkan keterangan Se­kretaris Kecamatan (Sekcam) Pamijahan, Yudi Hartono, bantaran Sungai Cianten me­mang sering dijadikan tempat sebagai karamba peternakan ikan warga. Sehingga dengan adanya banjir di Desa Cibu­nian, mengakibatkan keru­gian yang cukup banyak bagi warga. Sebab, ikan-ikan yang diternakkan di sepanjang Sungai Cibunian ikut terbawa banjir.

”Jadi ada beberapa kolam ikan terdampak, salah satunya punya Pak Deden. Rencananya 15 ton ikan mau dipanen pas Magrib, tapi malah kebawa banjir,” kata Yudi kepada Met­ropolitan, Senin (21/9).

Selain menghanyutkan ikan-ikan milik warga, banjir juga menyebabkan delapan rumah warga terendam air setinggi 80 sentimeter. Akibatnya, se­banyak 32 jiwa warga yang terdiri dari delapan KK harus diungsikan ke lima rumah warga yang berada jauh dari bantaran Sungai Cianten.

”Jadi kronologinya itu jam 13:00 WIB hujan, jam 16:00 WIB mulai naik ke rumah dan ke pesantren. Ada delapan rumah warga yang kena dam­pak secara langsung. Air ma­suk ke rumah warga sekitar 80 cm, airnya langsung mener­jang,” ujar Yudi.

Meski begitu, banjir yang sempat menghantam Desa Cibunian ini tidak menyebab­kan kerusakan pada rumah ataupun Pesantren Al-Qurani. Kondisi genangan air pun saat ini sudah mulai surut, seraya air hujan mulai berhenti turun.

Di sisi lain, bencana alam akibat hujan deras bukan ha­nya terjadi di wilayah Kabu­paten Bogor. Tetangganya, Kota Bogor, tertimpa hal ser­upa. Tepatnya di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Sejumlah rumah warga terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter.

Serupa, Kabupaten Suka­bumi juga mengalami hal sama. Tiga kecamatan terdam­pak banjir, yakni di Kecamatan Cibadak, Cidahu dan Cicurug. Tercatat ada dua warga yang terseret arus dan 12 rumah rusak diterjang banjir serta satu unit mobil terseret arus. (dil/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *