Ade Sarip Mengenang Jadi Sekda Kota Bogor Era Bima Arya, Pernah Ingin Mundur

by -

METROPOLITAN.id – “Saya titip Kota Bogor..” kalimat itu terlontar dari mulut Ade Sarip Hidayat, di hari terakhirnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, yang juga menandai masa purna baktinya selama 40 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Saat ditemui Metropolitan.id di hari terakhirnya sebagai Sekda Kota Bogor, Rabu (30/9), ia mengenang masa-masa menjadi aparatur negara di Kota Hujan, dimana Ade Sarip memulai kariernya dari level golongan 2A.

Sempat cukup lama berkarier di Dinas Pendidikan (Disdik), bapak dua anak itu mampu duduk sebagai sekda, yang merupakan jabatan tertinggi bagi karier seorang PNS di pemerintah daerah.

“Buat saya sebagai PNS itu, ya kerja saja. Jangan berfikir kemana-mana. Saya juga nggak merasa gesit-gesit amat, tapi ketika kinerja jadi pertimbangan, saya terima kasih.

Pada banyak orang, termasuk pak wali yang sudah percaya sekian tahun saya menjabat,” katanya dengan wajah berkaca-kaca.

Buatnya, tugas menjadi sekda tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Sebab harus mampu berkoordinasi dengan banyak pihak, menjadi orang tua bagi para PNS lain hingga membuat situasi kota jadi kondusif dan nyaman.

Ia pun sempat menceritakan pengalaman menarik saat menjadi sekda di masa pemerintahan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Ade Sarip sempat mengungkapkan diri ingin mundur dari jabatan sekda saat Bima Arya pertama kali memimpin, lantaran takut merasa tidak ‘nyambung’.

“Waktu itu sempat saya berfikir untuk mengundurkan diri, karena takut nggak nyambung dengan Pak Bima yang waktu itu baru jadi (wali kota). Tapi waktu itu bareng Pak Diani (wali kota sebelumnya) juga mempertemukan saya.

Akhirnya saya dilantik dan tujuh tahun jadi sekda. Buat saya ini pembelajaran, saya berterima kasih buat semua pengalaman ini,” ujarnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *