Antam Konsisten Jalankan Program Rehab RTLH di 11 Desa di Nanggung

by -
DOK ANTAM

METROPOLITAN– Antam berkomitmen mendukung agenda pembangunan ber­kelanjutan. Termasuk program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Sejak 2009, program rehab RTLH telah digagas perusa­haan. Berawal dari kompeti­si lomba “Rumah Sehat” yang diikuti 10 desa di Kecamatan Nanggung, kemudian berlanjut di tahun berikutnya pada 2010. Ada 100 unit rumah yang di­rehab dengan masing-masing desa mendapat jatah 10 unit. Program yang menggunakan dana Bina Lingkungan ini dila­kukan dengan menggandeng pemerintah daerah.

Tak sampai di situ, setiap tahunnya program RTLH terus bergulir. Seperti pada 2011 dengan memanfaatkan dana Comdev berupa peningkatan pelayanan kesehatan masy­arakat, ada 48 unit rumah yang berhasil direhab. Berlanjut di 2012, setiap desa kebagian enam unit rumah untuk dire­hab dengan total keseluruhan mencapai 54 unit.

Pada 2013, porgram RTLH Antam berhasil membantu 55 Kepala Keluarga (KK) melaks­anakan rehab rumah setiap desa 5 (lima) unit, total 55 (lima puluh lima) unit rumah. Selanjutnya, untuk 2014, pelaks­anaan rehab rumah menga­lami jumlah yang tidak sama setiap desanya, ada yang 2 (dua) atau 3 (tiga) unit, dengan rehab rumah sejumlah 27 (dua puluh tujuh) unit rumah.

Kemudian, mulai 2015 , pro­gram rehab rumah tidak layak huni mulai menggunakan material batako yang meru­pakan produk pemanfaatan bahan tailing yang telah mel­alui serangkaian uji lab dan telah mendapatkan sertifikat SNI dari Kementerian Perin­dustrian. Realisasi rehab rumah per desa sebanyak 3 unit dan ditambah 1 Unit di Kp.Nung­gul Desa Bantarkaret sebagai rumah contoh pemanfaatan bahan tailing sehingga jumlah keseluruhan menjadi 34 unit rumah.

Pada tahun 2016, program rehab rumah setiap desanya 3 unit ditambah 2 unit untuk Kp Ciguha Desa Bantar Karet, dengan menggunakan bahan tailing sehingga keseluruhan jumlah untuk 2016 menjadi 35 unit rumah.

Dan pada tahun 2017-2018, dilaksanakan kembali program rehab rumah, setiap desanya 5 unit sehingga jumlah ke­seluruhan untuk tahun 2017- 2018 menjadi 60 unit rumah untuk 11 desa se wilayah ke­camatan Nanggung dan 1 desa di kecamatan Leuwisa­deng.

Di tahun 2019 dilaksanakan kembali program rehab rumah, setiap desanya 4 unit sehing­ga jumlah keseluruhan untuk tahun 2019 menjadi 48 unit rumah direalisasikan 2 tahap, tahap pertama sebanyak 24 unit dan tahap 2 sebanyak 24 unit.

Pada 2020 di tengah pan­demi Covid-19, program rehab Rumah Tidak Layak Huni tetap terus dilaksanakan. Setiap desa melaksanakan rehab rumah sebanyak 2 unit rumah untuk 11 desa se wilayah ke­camatan Nanggung dan 1 desa di Kecamatan Leuwisa­deng, sehingga untuk 2020 program RTLH sebanyak 24 unit.

Sehingga kegiatan Rehab Rumah Tidak Layak Huni dari tahun 2009 s.d 2020 se­banyak 522 unit rumah.

Melalui Program Peng­embangan dan Pemberdaya­an Masyarakat (PPM) ini, dukungan program Rehab Rumah tidak layak Huni ini merupakan realisasi atas pelaksanaan sesuai dokumen masterplan Corporate So­cial Responcibility (CSR) PT Antam Tbk 2015-2019.

Semoga dukungan rehab Rumah Tidak Layak Huni melalui program CSR Antam ini dapat mem­bantu target Pemerintah Ka­bupaten Bogor melalui “Pan­ca Karsa” yaitu “Bogor Membangun” yaitu penunta­san rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Tentu saja dukungan semua pihak melalui pemerintah pusat, propinsi dan daerah, juga du­kungan perusahaan daerah, swasta dan juga swadaya ma­syarakat, maka pekerjaan Re­hab RTLH dapat terselesaikan.

Total realisasi anggaran un­tuk program RTLH di Keca­matan Nanggung dan Keca­matan Leuwisadeng dari tahun 2009 s.d 2020 adalah sebesar Rp 5.539.547.500,- (Lima Mi­liar Lima Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Lima ratus Em­pat Puluh Tujuh Ribu lima Ratus Rupiah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *