Bantu Pulihkan Ekonomi, ASN Diwajibkan Bimtek dan Pelatihan

by -

METROPOLITAN – Meski tren kasus positif Covid-19 tengah marak menyerang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor tidak melarang jika sejumlah instansi pemerin­tah melakukan pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek).

Hal tersebut pun mengun­dang reaksi dari Kepala De­partemen Epidemiologi Fa­kultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono. Tri me­nilai langkah yang diambil pemkab sangat baik, yakni untuk mendorong perekono­mian. Meski begitu, protokol kesehatan wajib diberlakukan. Ia tidak ingin niat baik pem­kab menstabilkan perekono­mian, namun masyarakat mengabaikan kesehatan.

“Niat membangkitkan per­ekonomian ini, jangan sampai justru melemahkan protokol kesehatan. Pengetatan pro­tokol kesehatan wajib dila­kukan, jangan sampai tidak,” ujarnya.

Tri menyarankan jika Pemkab Bogor ngotot untuk menggelar sejumlah pelatihan dan bimtek bagi ASN, maka wajib mene­rapkan batasan maksimum jumlah peserta serta meng­gelar pelatihan secara bergelom­bang. “Maksimal 50 peserta, tak boleh lebih dari itu. Baiknya dilakukan di ruang terbuka dan dilakukan bergelombang kalau pesertanya banyak,” ujarnya.

Baca Juga  Aktivis Minta Situ Plaza Cibinong Diawasi Ketat

Sementara itu, Wakil Bu­pati Bogor, Iwan Setiawan, menilai, bimtek dan pelatihan secara umum tak bisa dihi­langkan begitu saja. Bimtek dan pelatihan bagi ASN tetap bisa dilakukan selama isi dan tujuan dari pelatihan tersebut bersifat penting dan wajib dijalankan.

“Kalau sifatnya urgen tetap bisa dilakukan. Kita tidak bisa menghapus semua ke­giatannya, karena ini berdam­pak juga pada perputaran ekonomi di Kabupaten Bogor,” kata Iwan.

Menurutnya, kegiatan Bim­tek yang biasa dilakukan di luar kantor umumnya bisa mendatangkan manfaat bagi pengusaha hotel di Kabupa­ten Bogor. Apalagi, saat ini pemkab tengah getol menyu­arakan soal pemulihan eko­nomi. “Ini akan berdampak pada pengusaha perhotelan kita,” katanya singkat.

Baca Juga  Dewan Sentil Dinas KUKM-Dagin Kota Bogor, Wanti-Wanti soal Distribusi Minyak Goreng dari Jabar

Meski begitu, pihaknya tetap bakal memilah dan memilih bimtek yang harus dilakukan dengan bimtek yang bisa dit­unda. “Tidak kita larang kok, hanya kita kurangi porsinya,” tutupnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *