Baru Satu Kecamatan di Kota Bogor Punya Peta Lengkap

by -

METROPOLITAN.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bogor baru saja menyerahkan secara simbolis peta lengkap dari 30 kelurahan di Kota Bogor kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Rabu (16/9). Dari jumlah itu, hanya satu kecamatan se-Kota Bogor yang seluruh kelurahannya sudah punya peta lengkap.

Artinya, dari 68 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Hujan, masih ada 38 kelurahan lagi yang belum mempunyai peta lengkap. Hal itu diungkapkan Kepala BPN Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh.

“Ada 30 kelurahan yang sudah punya peta lengkap dari 68 kelurahan di Kota Bogor. Dari jumlah itu, kecamatan yang seluruhnya punya peta lengkap ada di Kecamatan Bogor Tengah, yakni 11 kelurahan,” katanya.

Awalnya, sambung dia, pihaknya menargetkan peta lengkap semua kelurahan di Kota Bogor, yang mulai dikerjakan sejak Maret lalu itu bisa rampung pada September ini. Namun lantaran adanya pandemi Covid-19, target merampungkan keseluruhan peta lengkap di Kota Bogor molor jadi sampai Desember nanti.

Baca Juga  Gantikan Brigjen TNI Achmad Fauzi, Eks Ajudan Jokowi Brigjen TNI Rudy Saladin Komandoi Korem 061/Suryakancana

“Sebetulnya target kita itu di bulan ini bisa menyerahkan secara simbolis peta lengkap keseluruhan Kota Bogor, tapi karena ada pandemi, kami baru selesaikan 30 kelurahan. Ada 38 kelurahan yang prosesnya masih berjalan dari kami, jadi PR (Pekerjaan Rumah, red) untuk bisa dirampungkan setidaknya Desember nanti,” papar Ery.

Melalui peta lengkap ini, kata dia, seluruh bidang tanah di kelurahan tersebut sudah teridentifikasi dan terdaftar. Mulai dari data subjeknya, data objeknya sampai pada luasan tanah yang ada. Sehingga ada jaminan kepastian hukum. Salah satu upayanya, dengan memaksimalkan program Pendaftararan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dalam penentuan data, posisi bidang hingga pengukuran luasan.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat Yusuf Purnama menjelaskan, sertifikat bidang tanah dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, bidang tanah yang disertifikatkan berkontribusi pada pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Baca Juga  Kota Bogor Minta Duit Pemprov Jabar Bangun Blok Baru RSUD, Ajukan Rp200 M Tapi Di-acc Hanya Rp25 M

Selama dua tahun terkahir, Kota Bogor terus didorong untuk menyelesaikan peta lengkap. Sehingga bisa menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki peta lengkap.

“Adanya peta lengkap Kota Bogor dapat dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti pembaruan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pertimbangan penerbitan perizinan hingga menjadi basis data untuk rencana tata ruang berskala besar dan penyusunan rencana pembangunan di Kota Bogor,” tandasnya.

Senada, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga mengungkapkan pentingnya keberadaan peta lengkap itu. Sehingga ia sudah menginstruksikan aparatur wilayah dari tingkat kelurahan, kecamatan untuk membantu mengakselerasi PTSL agar peta lengkap dapat selesai sesuai target.

Buatnya, pentingnya peta lengkap bagi Kota Bogor diantaranya untuk memberikan kepastian secara hukum pemilik hingga manfaat dalam perencanaan pembangunan.

Baca Juga  Positif Covid Tembus 8.848 Kasus, Bima Arya Belum Restui PTM di Kota Bogor : Satu-Dua Minggu Ini Kita Lihat Trennya

“Prioritas kita kan tata ruang, zonasi yang jelas. Mana pemerintahan, mana pemukiman, mana wilayah pelayanan publik dan sebagainya,” tukasnya.

Selain itu, sebagai basis data dalam upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor melaui PBB dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dua dari 10 sektor pajak daerah yang jadi tumpuan kontribusi PAD Kota Bogor. Ketika kepastian makin jelas, maka makin banyak dokumen dan alas hal yang selesai. Sehingga BPHTB diperkirakan bisa lebih maksimal. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.