Bayi yang Dibuang Dirawat di Puskesmas Zona Merah, Tiap Hari Dijenguk Hingga 10 Orang

by -

METROPOLITAN.id – Bayi perempuan yang dibuang orangtuanya di Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor kini dirawat di Puskesmas Bogor Utara. Dalam sehari, ada sekitar 10 orang yang ingin melihat kondisi bayi perempuan itu.

Kepala Puskesmas Bogor Utara, dr Astrid Dewi mengatakan untuk saat ini kondisi bayi perempuan tersebut dalam kondisi sehat.

“Kemarin di tes HIV non reaktif, rapid test-nya juga non reaktif,” katanya kepada Metropolitan, Senin (7/9).

Lanjutnya, bayi perempuan yang sementara ia beri nama Nagita ini sudah dirawat di puskesmas sejak tanggal 26 Agustus. Awalnya, bayi tersebut sempat dirawat di rumah pasangan penemu bayi, Solihkatun dan Sardi.

“Awalnya pas hari bayi itu ketemu tanggal 24 Agustus, bayinya sempat di bawa ke puskesmas, kita mandikan dan kasih salep mata. Lalu kita diskusi, biasanya memang kalau seperti ini ditaruh nya di puskesmas.Tapi karena lagi pandemi, di pusat kesehatan malah lebih rentan virus,¬†baiknya mending dibawa ke rumah ibu yang nemu lagi.¬†”¬†terangnya.

Baca Juga  Prokes Jangan Kendor! Sepekan Saja Sudah 9 Pasien Covid Kota Bogor Meninggal Dunia

Namun, di tanggal 25 Agustus, tim dari Dinsos Kota Bogor mendatangi rumah Solikhatun dan Sardi. Setelah lakukan kunjungan, tim dari Dinsos Kota Bogor meminta kepada Puskesmas Kota Bogor agar sang bayi dititip di sana.

“Mungkin di rumah yang penemunya itu gak kondusif, karena orang dari mana-mana datang ingin lihat. Jadi karena suasana rumah si ibu gak trlalu besar, sumpek. Sehingga protokol kesehatannya gak terjaga. Makanya Dinsos lapor tanggal 25 kita bisa gak minta bantuan jaga di sini,” terang Astrid.

Akhirnya, setelah berdiskusi akhirnya Nagita dititipkan di Puskesmas Bogor Utara dan dirawat di ruang nifas. Untuk diketahui, wilayah Bogor Utara masih termasuk kedalam zona merah Covid-19.

Baca Juga  Ssst... PDJT Pinjam Uang PDAM Rp7 Miliar

Dari data per hari ini, Senin (7/9) ada 16 warga Bogor Utara yang positif Covid-19, yakni 3 orang di Kelurahan Cimahpar, 6 orang di Kelurahan Tanah Baru dan 7 orang di Kelurahan Cibuluh.

Sebelumnya, Puskesmas Kota Bogor pernah ditutup pada 12-14 Agustus hari karena ada pegawainya yang terpapar Covid-19. Menanggapi hal itu, Astrid beranggapan kalau sebenarnya ia sempat berdikusi membahas hal tersebut kepada Dinsos Kota Bogor.

“Sebenernya kita juga udah bilang ke Dinsos, di sini sempat lock down, takut gak ditaro ke sini saya bilang. Kalo kita tiap hari terimain orang asing. Tapi mungkin di sini aman karena ada disinfeksi setiap hari, dan kita batasi juga pengunjung,” ungkapnya.

Baca Juga  Seleksi Banpol, Satpol PP Siapkan Operasi Tipiring

Dalam sehari, sambung Astrid, ada sekitar 9 sampai 10 orang yang datang untuk melihat Nagita. Mereka datang ingin melihat kondisi Nagita dengan berniat ingin mengadopsi.

Namun, ia membatasi kunjungan orang yang ingin melihat Nagita. Orang-orang boleh menengok Nagita hingga pukul 14.00 WIB, selebih itu tidak boleh.

“Banyak yang mau ketemu, per hari rata-rata yang mau lihat 9 smpai 10 orang. Tapi prosedurnya pengunjung harus pakai masker, harus jaga jarak, gak boleh dipegang-pegang bayinya, digendong. Nagita cuma di box aja,” tutupnya. (Cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *