Buntut Tindakan Represif Satpol PP Bogor, Kuasa Hukum: Jangan Berkompromi dengan Kekerasan

by -

METROPOLITAN.id – Aksi kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP Kabupaten Bogor saat membubarkan aksi mahasiswa di depan gerbang Kantor Bupati Bogor, Kamis (17/9) lalu menjadi sorotan berbagai pihak. Kini, kasus tersebut tengah diproses secara hukum di Polres Bogor.

Kuasa hukum mahasiswa korban kekerasan Satpol PP, Achmad Hidayatullah mengatakan, secara umu Satpol-PP Kabupaten Bogor sudah mengajukan permohonan maaf kepada keluarga korban dan mahasiswa.

Namun, dirinya beranggapan bahwa proses hukum tetap harus ditegakkan agar aksi brutal oleh aparat tak terulang kembali.

“Ini tindakan kekerasan, kami sebagai kuasa hukum tidak ada kompromi atas kekerasan yang sudah dilakukan. Kami menerima permohonan maaf dari Satpol-PP, tapi kalau jalur hukum tetap kita lanjutkan,” tegasnya.

Baca Juga  155 Guru Gugus IV Cibuluh 1 Ikuti Workshop PKG

Pria yang akrab disapa Daday ini mengaku sangat menyesalkan tindakan represif yang dilakukan Satpol-PP Kabupaten Bogor kepada masa aksi. Pemerintah tidak boleh menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi kritik.

“Pertama, kami menyesalkan tindakan represif dari Satpol-PP terhadap mahasiswa. Kedua, kekerasan yang dilakukan siapapun di Kabupaten Bogor mesti ditindak secara hukum. Ketiga Pemkab Bogor jangan anti kritik,” ungkapnya.

Sebelumnya, aksi brutal oknum Satpol PP Kabupaten Bogor saat membubarkan aksi mahasiswa dari HMI MPO Cabang Bogor di depan gerbang Kantor Bupati Bogor mengakibatkan lima mahasiswa luka-luka.

Peristiwa ini bermula saat para mahasiswa terlibat adu dorong dengan aparat saat menyuarakan tuntutannya.

Tak berselang lama, sejumlah aparat Satpol PP dan Polisi ramai-ramai keluar dari dalam gerbang mendekati para mahasiswa di luar gerbang.

Baca Juga  Rojali Makin Marak, Satpol PP Mulai Bertindak

Saat di luar gerbang, kericuhan pun tak terhindarkan. Baku hantam antara massa aksi dan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor terjadi.

Bahkan, video pembubaran aksi oleh anggota Satpol PP tersebut langsung viral di grup-grup WhatsApp. Musababnya, cara mereka membubarkan massa terkesan sadis.

Yang paling menyita perhatian, ada salah satu anggota Satpol PP yang melayangkan ‘tendangan terbang’ ke salah satu massa aksi hingga tersungkur. Tak sampai di situ, anggota Satpol PP masih terus berusaha memukuli pendemo tersebut.

“Kita cukup kecewa dengan aparat hari ini terkesan refresif,” kata Korlap Aksi, Badru Tamam. (ogi/b/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *