Cerita Haru Warga Bojonggede, Patungan Bantu Tetangga yang Positif Corona

by -

METROPOLITAN.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, warga Bojonggede, Kabupaten Bogor bahu-membahu untuk membantu pasien positif covid-19 di lingkungannya. Mereka urunan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetangganya yang positif corona selama masa isolasi mandiri.

Adalah tokoh masyarakat Kampung Sawah, Desa Bojonggede, Muhammad Ifna yang menggerakan warga untuk membantu tetangganya yang terpapar covid-19.  Ifna bercerita, awalnya ia mendapat kabar ada seorang warga di kampungnya yang positif covid-19.

Ia yang merupakan anggota Satgas Covid-19 di desanya kemudian mencari tahu siapa warganya yang tertular Covid-19.

“Akhirnya saya cari tahu ke pihak puskemas dan desa, akhirnya saya diberi tahu kalau ternyata pasiennya masih dengan rumah. Tanggal 7 September saya mulai chat dengan pihak keluarga dan saya tanya baik-baik, kemudian baru beliau mengungkapkan kalau suaminya yang terpapar,” katanya saat ditemui Metropolitan, Minggu (20/9).

Baca Juga  Seksi Pakai Gaun Transparan di Foto Pertama Tahun 2017, Aurel Tuai Pro Kontra

Awalnya, keluarga pasien sempat takut akan dijauhi warga lainnya. Namun Ifna telah memberikan pengertian kepada keluarga korban dan juga warga sekitar kalau pasien Covid-19 tak perlu dijauhi.

“Akhirnya saya kasih pengertian ke warga kalau pasien covid-19 tak perlu dijauhi, yang harus dijauhi itu virusnya bukan orangnya. Maka saat itu saya dengan warga lainnya ke depan rumah pasien sambil tetap jaga jarak dan pakai masker untuk memberi dukungan. Mereka keluar rumah dan menangis, warga lainnya juga menangis terharu,” ucap Ifna.

Selain memberikan dukungan, mereka juga patungan memberikan bantuan sembako yang cukup untuk mereka bertahan selama isolasi mandiri. Selain sembako, vitamin dan tabung gas hingga pulsa juga diberikan untuk pasien dan keluarga.

Baca Juga  Dishub Ngotot Pintu Lintasan Kereta Bojonggede Jangan Ditutup

“Jadi kami simpan di depan rumahnya, terus kami kabari kalau sembako atau gas-nya sudah sampai. Kita juga bersama Komunitas Adem Bojonggede melakukan penyemprotan di sekitar rumah pasien,” tutur pembina Majelis Syababul Rahman itu.

Selama ini, ia rutin berkomunikasi dengan keluarga pasien untuk mengetahui perkemvangan kondisi kesehatannya. Sejauh ini, tidak ada gejala yang timbul dari pasien maupun keluarganya.

“Sejauh ini baik-baik saja tidak ada gejala. Kemarin dari pihak desa lakukan swab untuk semua anggota keluarganya, dan hasilnya akan keluar sekitar 2 hari ke depan,” ungkapnya.

Ia berharap agar warga bisa saling bantu bila ada tetangga yang kesulitan, apalagi di masa pandemi ini. Ia juga berharap agar warga selalu menaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. (Cr3/d/fin)

Baca Juga  SIAP-SIAP KHUSUS ADA BUS JALUR TPK

Leave a Reply

Your email address will not be published.