Cerita Warga Menahan Rindu Merawat Bayi yang Dibuang

by -

METROPOLITAN.id – Solikhatun (35) kini harus menahan rindu. Bayi yang ditemukan di samping rumahnya dibawa petugas Dinas Sosial Kota Bogor. Kini bayi yang masih berusia sekitar 2 minggu itu dirawat di Puskesmas Bogor Utara.

Kepada Metropolitan.id, Solikhatun bercerita kalau bayi yang dibuang itu telah dibawa oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor pada Rabu (26/8).

“Jadi 3 hari setelah ditemuin, bayinya dibawa petugas Dinsos terus dirawat di Puskesmas Bogor Utara. Padahal saya pengen banget ngerawatnya,” ucap Solikhatun saat ditemui di rumahnya di Kampung Ciheuleut RT 02/06, Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, Senin (6/9).

Dirinya sangat ingin merawat bayi yang ia namai Aliyah Putri Agustin itu. Solikhatun sudah memiliki 3 orang anak laki-laki, dan dia sangat ingin memiliki anak perempuan.

Baca Juga  Wali Kota BogorArahkan Pembangunan Berkonsep Keluarga

Namun, kenyataan berkata lain. Solikhatun tidak bisa serta merta merawat bayinya itu. Ia harus melewati beberapa proses untuk menjadi orangtua asuh dari bayi tersebut.

“Saya diberi tahu orang Dinsos katanya harus dibawa dulu, kalaupun mau adopsi itu kemungkinannya kecil, karena saya udah punya 3 anak. Sementara yang didahulukan itu yang belum punya anak,” kata Solikhatun.

Ia pun kini hanya pasrah tak bisa merawat Aliyah. Namun sudah dua kali ia menjenguk Aliyah yang kini dirawat di Puskesmas Bogor Utara.

“Saya sudah dua kali jenguk ke sana. Alhamdulillah sehat, cuma jenguknya harus pas jam besuk Puskesmas saja,” tutur Solikhatun.

Sebenarnya, ia cukup khawatir bila Aliyahh dirawat di puskesmas. Sebab, di sana banyak orang berdatangan dalam kondisi sakit.

Baca Juga  Angkot Modern Dihantui Gagal Launching

“Sebenernya saya pengen Aliyah dirawat di sini aja, kasihan di sana kan banyak orang sakit datang. Takutnya tertular, apalagi sekarang lagi Covid gini. Kalau di rumah saya kan dipantau 24 jam saya yang jagain,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bayi perempuan ditemukan di samping rumah Solikhatun pada Senin (24/8). Bayi tersebut ditemukan di dalam tas kulit cokelat dan diselimuti sweater hijau. Kondisi plasenta dan tali pusatnya masih tersembung, serta ada sisa darah segar menempel di sweater. (Cr3/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *