Daerah 3T Dapat Dana BOS Lebih Besar pada 2021

by -
Jawapos

METROPOLITAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengaku akan meningkatkan penerimaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pada 2021 di setiap sekolah. Khususnya di daerah 3T atau kawasan terluar, tertinggal dan terdepan Indone­sia.

Hal itu terjadi setelah Kemendikbud akan mengubah penghitungan biaya satuan BOS Reguler. Di mana tidak hanya melihat jumlah siswa dalam sekolah, tetapi juga berdasarkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dari BPS serta Indeks Besaran Peserta Didik (IPD) per sekolah di suatu daerah. Jadi peningkatan tertinggi adalah untuk daerah yang paling membutuhkan.

“Kabar gembiranya adalah tidak akan ada sekolah tahun depan yang (dana, Red) BOS-nya turun, banyak sekali sekolah kecil dan tertinggal akan meningkat BOS-nya tahun depan,” ungkap dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Rabu (23/9).

Adapun dana tersebut akan bertambah sekitar Rp 2,5 triliun yang direalokasi dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. “Untuk membantu sekolah-seko­lah di daerah-daerah yang paling tertinggal dan terluar yang rata-rata jumlah muridnya jauh lebih kecil,” imbuhnya.

Rincian biaya satuan yang akan dialokasikan per siswa, untuk SD adalah sekitar Rp900 ribu sampai Rp1,96 juta per siswa. Lalu, untuk jenjang SMP dari Rp1,1 juta sampai Rp2,48 juta. Kemudian di SMA dari rentang Rp1,5 juta hingga Rp3,47 juta. Sedangkan untuk SMK, dari Rp1,6 juta sampai Rp3,72 juta. Dan SLB sekitar Rp3,5 juta hingga Rp7,94 juta.

“Di SD itu jumlah kabupaten yang naik nanti Dana BOS di 2021 ada 377 kabupaten (dari 137) akan naik BOS-nya, SMP 381 (dari 133), SMA 386 (dari 128), SMK 387 (dari 127) dan SLB 390 (dari 124),” terang Nadiem.

Menurutnya, akan ada banyak kabupaten yang selama ini mungkin tidak dilihat kondisi khusus­nya, tidak ada penghitungan BOS yang afirmatif (kesetaraan). Tapi kini telah mendapat perhatian dan dikoreksi.

“Kami berhasil dan berterima kasih atas du­kungan Kemenkeu dalam perjuangan ini, bahwa tidak bisa semua sekolah dengan kondisinya masing-masing di samakan, sekolah yang lebih membutuhkan bantuan kita akan menerima uang lebih. Ini suatu kabar gembira bagi sekolah di 3T dan sekolah yang jumlah muridnya kecil,” pung­kasnya. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *