Duit Rp6,9 M Proyek Masjid Agung, Cuma Buat Perbaikan Sesuai Rekomendasi KemenPUPR

by -

METROPOLITAN.id – Pekerjan lanjutan revitalisasi Masjid Agung dipastikan berjalan di sisa waktu tahun anggaran 2020 ini. Dari laman sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, paket pembangunan Masjid Agung sudah ada pemenang tender dan tinggal menunggu masa sanggah satu pekan kedepan.

Pada LPSE, pemenang tender yakni PT Alvarini Gemilang dengan Harga Penawaran Sendiri (HPS) sebesar Rp6,9 miliar dari pagu anggaran Rp8,1 miliar.

Dari jumlah itu, rupanya hanya akan merampungkan sebagian kecil dari total sesuai Detail Engineering Design (DED) dan baru tahap perbaikan konstruksi sesuai rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pasca-dilakukan audit konstruksi pada 2019.

“Kondisi eksisting yang ada sekarang kan belum 50 persen-nya. Nah (pekerjaan) yang tahun sekarang itu, lebih kepada perbaikan sesuai rekomendasi dari kementrian setelah diaudit tahun lalu. Jadi memang masih jauh untuk jadi keseluruhan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi saat ditemui Metropolitan.id di kantornya, Senin (28/9).

Apalagi, sambung dia, anggaran kelanjutan pembangunan tahun ini sebetulnya berjumlah Rp15 miliar. Namun lantaran terdampak refocusing anggaran Covid-19, nilai pun terpaksa turun dengan pekerjaan ‘seadanya’ sesuai kemampuan anggaran yang ada setelah pergeseran. Alhasil, target awal bahwa revitalisasi Masjid Agung selesai pada 2020, harus molor jauh.

“Lebih ke perbaikan konstruksi dan apa-apa yang menjadi rekomendasi kementerian setelah audit. Itu juga belum semua, paling tidak untuk dinding geser dan pengecoran lantai dasar, yang sementara dipakai untuk salat sementara sekarang dan parkir,” tandas Chusnul.

Pihaknya pun menargetkan pekerjaan tahun ini bisa rampung pada Desember mendatang. Apalagi pekerjaan revitalisasi ini merupakan prioritas Pemkot Bogor dibawah komando Wali Kota Bima Arya. Sehingga dengan keterbatasan anggaran tiap tahun, dianggarkan sesuai kemampuan. Pihaknya juga belum bisa memastikan pekerjaan akan rampung total sesuai DED awal pada 2015.

“Masuk prioritas, tapi anggarannya sedikit-sedikit saja karena kemampuan APBD kita. Desember ini beres lah. Pada RAPBD 2021 nanti, sudah dialokasikan lagi Rp15 miliar. Tapi nanti pasti akan melihat kemampuan anggaran kita karena masih dampak Covid-19. Jadi tahun depan rampung mah belum, masih jauh lah,” tegasnya.

Sebelumnya, Dari laman sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, paket pekerjaan pun sudah masuk tender dan diketahui sudah sampai pada pengumuman pemenang, akhir pekan lalu.

“Pemenang sudah, tapi saat ini masih tahap masa sanggah, selama lima hari. Terhitung sejak 28 September hingga 2 Oktober nanti. Sebelum tandatangan kontrak,” kata Kasubbag Pembinaan Peng­adaan Barang dan Jasa pada Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Dedi Rus­mana.

PT Alvarini Gemilang rupanya bukan nama baru dalam proyek pembangunan Masjid Agung, yang mesti dicicil setiap tahunnya itu lantaran keterbatasan anggaran daerah. Dimana kebutuhan total anggaran sesuai Detail Engineering Design (DED) pada 2015, ditengarai mencapai Rp50 miliar.

Sebab pada pekerjaan lanjutan terakhir di Tahun Anggaran 2018 lalu, rupanya perusahaan asal Jakarta itulah yang menjadi pelaksana. Saat itu, pekerjaan selesai hingga dibawah 38 persen dari total desain di akhir 2018, dengan menelan biaya Rp8,6 miliar.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengakui, idealnya pihak ketiga pelaksana pada tahun anggaran 2020 ini tidak lagi sama dengan yang sudah mengerjakan pekerjaan di tahun-tahun sebelumnya.

“Pelaksana yang bermasalah itu kan perusahaan yang mengerjakan konstruksi tahun 2016. Pelaksana konstruksi utama yang pekerjaannya sudah diaudit Komite Keselamatan Konstruksi dari Kementrian PUPR,” papar Dedie

Jadi untuk pelaksana tahun ini, kata dia, meskipun sama dengan pelaksana tahun anggaran 2018, disebut tidak masalah karena bukan pelaksana yang bermasalah pada tahun anggaran 2016.

“Saya rasa nggak masalah karena berbeda, bukan sama seperti yang bermasalah di 2016,” pungkas Dedie. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *